~ A Whole New World…



Sekilas teori memulai usaha

Kemarin saya dapet kuliah gratis tentang bisnis :D

Kalo kita bingung, enaknya buka usaha apa ya? Nah, berikut ada teorinya. Jadi untuk teori memulai usaha digolongkan jadi 2, yaitu pendekatan kebutuhan (needs approach) dan pendekatan inovasi. Ok, saya jelaskan satu-satu

  1. Pendekatan Kebutuhan ~ kita memilihi barang yang akan dijual dengan melihat kebutuhan pasar saat ini. Keuntungannya, usaha kita akan cepat diterima pasar karena biaya pemasaran (biaya promosi, pasang iklan) akan rendah. Kelemahannya, karena banyak demand (permintaan) pasti supplier (penyuplai) juga banyak, so persaingan akan ketat (soal harga, kualitas). Apalagi kalo kondisi pasar uda jenuh, maka supaya barang laku, kita cenderung banting harga. (contoh : karena musim hujan, kita jual payung).
  2. Pendekatan Inovasi ~ Pendekatan pada produk yang belum ada di pasaran (adanya produk baru). Kelemahannya, biaya marketing (pemasaran besar), karena produk baru jadi harus memberikan marketing education pada masyarakat (konsumer), meyankinkan masyarakat. (contoh : adanya teknologi helm anti hujan ~ wakaka, ngayal banget).

Jadi bedanya yang kebutuhan sama inovasi, kalo kebutuhan… pasti ada orang beli. Kalo inovasi, belum tentu ada orang yang beli. Karena untuk meyakinkan orang lain itu susah ternyata. Tapi kalo dihitung dari segi laba, kayaknya sama aja. Karena kalo pendekatan kebutuhan, jual barang murah (tapi untungnya dikit). Sedangkan pendekatan inovasi, dapat laba bisa banyak karena bisa jual barang mahal.

Pendekatan inovasi ini banyak terjadi di dunia internet. Contohnya, google, friendster, blog. Tapi banyak pula yang gagal. Pendekatan inovasi ini juga dibagi lagi menjadi 2 :

  • Inovasi produk ~ inovasi yang gampang ditiru, karena produknya bisa saja lebih baik dari produk aselinya. Contohnya kasus friendster dan facebook. Social network sukses pertama adalah friendster, tapi facebook buat yang lebih baik dari friendster dan ternyata facebook lebih sukses.
  • Inovasi proses ~ inovasi yang gak gampang ditiru, karena inovasi dari segi efisiensi prosesnya. Mungkin akan lebih mudah kalo dicontohkan langsung. Mobil jepang akan lebih murah harganya karena ada efisiensi dalam produksi, dan mungkin saja hasilnya akan sama dengan mobil amerika. Contoh lain, ada 2 restoran jual makanan yang sama, yang satu pelayanannya 3 menit, yang satu 10 menit. Konsumer akan lebih memilih yang pelayanannnya cepet, dan yang pelayanannya cepet ini pula, konsumer akan pergi dan cepet datang yang baru (haha, bisa bayangin ga ¬†ya?)

Nah, begitu kira2 :D mudah2an ga mbulet, hehe


    Comments

    1. * M Mursyid PW says:

      Meski tidak bergelut dengan dunia bisnis, tetap tulisan ini bermanfaat untuk saya simak guna menambah wawasan.
      Salam…

      | Reply Posted 4 years, 5 months ago


    Leave a Reply

    Fill in your details below or click an icon to log in:

    WordPress.com Logo

    You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

    Twitter picture

    You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

    Facebook photo

    You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

    Google+ photo

    You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

    Connecting to %s

    Follow

    Get every new post delivered to your Inbox.

    Join 35 other followers

    %d bloggers like this: