~ A Whole New World…



Privat Bertani

Kemarin seharian saya jadi petani amatir lagi, melanjutkan kerjaan menanam padi 3 hari yang lalu itu. Tapi bedanya yang kemarin ini adalah tidak lagi bermain dengan anak-anak, melainkan bermain-main dengan ajuma-ajuma (ibu-ibu) petani. Bukan main-main sih lebih tepatnya, tapi mendapat les privat dari mereka, hoho. Ternyata mereka cerewet ya, hahaks. Uda cerewet, roaming bahasa pula. Mereka ngomong dengan suara keras macam apa pun ya saya tetep ga ngeh, karena saya memang tidak mengerti maksud perkataan mereka. Jadi yang ada cuma, “heh?” Apalagi bos mandornya tuh. Wuih, bos mandor banget. Selalu mengawasi saya secara berlebihan. Pasti yang kurang ini…itu…dan lain sebagainya. Padahal saya selalu melakukan apa yang dia perintahkan loh. Ah, abos mandornya tidak tahu kenyataan di lapangan sih. Tapi sebenarnya mereka baik-baik kok. ajuma-ajuma petaninya care banget sama aku. Aku dibantuin masang atribut sebelum bertani yang benar, misalnya pakai sepatu anti air, pakai gloves, dll. Jadi pas di lapangan nanti uda enak, ga ribet.

Foto0724

Banyak yang bertanya pada saya, “Bukannya Indonesia banyak sawah ya? Saya rasa ini bukan pertama kali kan kamu menanam padi?” Ya saya jawab, “Ini kedua kalinya. Yang pertama kalinya sewaktu menanam padi hari rabu kemarin itu.” Mereka semakin penasaran, “Loh memangnya kamu gak punya sawah?” Hyaah, ini pertanyaan mematikan. Okelah…saya mengaku. Rumah saya di kota. Jadi saya tidak pernah menanam padi. Dan mereka bilang, “Ow..city girl” . Hoho, jadi malu nih saya. Tinggal di negara agraris kok gak bisa nenanam padi, hahaks.

Jadi di sini saya juga akan sharing bagaimana cara nenanam padi. Hoho, penting gak sih? 😛 . Oke, berikut adalah tips-tips yang diajarkan sama ibu-ibu petani-nya.

  1. Kalau menancapkan padinya agak dalam, soalnya kalau gak dalam pas hujan bisa lepas padinya.
  2. Kalau menanam padi disisakan sekitar 3-4 cm daun di atas permukaan air.
  3. Posisi tangan sewaktu menanam padi, cuman 2 jari yang dicelupkan ke tanah. Jadi seperti ini : Foto0729
  4. Kalau menginjakkan kaki jangan pas “line” jalannya padi yang mau ditanam. Karena akan susah pada proses penanaman padi selanjutnya. Jadi tanahnya uda ada lubangnya sebelum ditanam (bisa bayangin gak ya? hoho).
  5. Dan yang terakhir kalau nanem padi harus cepat. Kalau enggak, bisa-bisa ga selesai-selesai kerjaannya. Lah sawahnya lebar begitu, hehe.

Terlalu teoritis ya? 😛 hoho. Kalo pengen ahli menanam padi jadilah petani, hehe. Tenang saja, ini gampang-gampang susah…atau susah-susah gampang? hehe. Ah, tapi lama-lama kalau kita sudah terbiasa, ya bisa dengan sendirinya kok. Semua itu butuh proses 🙂

Advertisements

Trackbacks & Pingbacks

Comments

  1. * heri susanto says:

    nice post,, di negara orang apapun bisa maju karena mereka serius mendalami bidangnya masing” dan di dukung oleh pemerintahnya,, lain hal di indo, bertani di indo di pandang sbelah mata, pemerintah tidak bisa menanamkan rasa bangga kepada para petani,buktinya adalah kurangnya fasilitas untuk para petani. terutama masalah safety dan keselamatan serta kenyamanan untuk petani dalam bekerja baik yg bersifat personal maupun general dalam masalah bertani, terima kasih

    | Reply Posted 3 years, 8 months ago


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: