~ A Whole New World…



Jika punya anak nanti…

Hehehe, entah kenapa jadi terpikir apa sesuatu yang akan saya berikan oleh anak saya nanti. Terinspirasi dari blog mbak-mbak yang sudah punya anak. Jadi punya gambaran sedikit deh bagaimana cara mendidik anak. Mau tidak mau, saya harus memahami psikologis anak, jangan sampai mengalami hal-hal yang membuat si anak tertekan secara psikologis. Yang jelas, memarahi anak tidak selalu menjadi solusi yang baik. Jadi ayahnya kompakan jangan suka marahin anak melulu, hahaks πŸ˜€ . Yang penting bagaimana kita bisa menjadi teman mereka, tetapi mereka pun menghargai kita sebagai orang tua.

Sewaktu saya membaca blog mbak-mbak, ada sesuatu yang lucu πŸ™‚ . Jadi ada anaknya nangis gara-gara balonnya meletus. Ibunya nyanyi “balonku” , eh-tapi anaknya tambah teriak-teriak, karena fact-nya balonnya udah ga ada, hoho. Akhirnya sang ibu menyanyikan balonku tapi liriknya diubah. “Balonku sudah meletus, hatiku tidak sedih… Ayo main yang lain, hatiku tetap senang“. Lucunyaaa πŸ˜€

Oiya, jadi rencana saya kalau sudah punya anak nanti akan melakukan hal-hal seperti :

  • Mengajarkan pendidikan Islam, seperti sholat diusahakan jama’ah terus, membaca Iqra (belajar ngaji), diceritakan tentang kisah-kisah nabi, diperkenalkan ibadah puasa dan ibadah-ibadah lain, khususnya pada waktu bulan Ramadhan πŸ˜€ . Biasanya sih, soal sholat, ngaji, puasa, dan pakai krudung (kalau cewe), itu tidak bisa dipaksa, hoho.
  • Saya jadi mikir juga, sebaiknya disekolahkan juga di sekolah islam yang bagus kualitas pendidikannya (bagus belum tentu mahal, hoho). Dan jangan sekolah di luar negeri dulu deh, di sekolah Indonesia saja. Kan kalau di sekolah luar negeri kebanyakan notaben-nya banyak yang non-muslim, jadi kasian anaknya. Kalau pakai kerudung sendirian, pasti dia akan merasa beda dengan yang lain. Lagian ga bisa makan sesuka hati mereka, kan rawan makanan haram. Kasian kan 😦
  • Pengenalan tentang bercocok tanam. Jadi nanti menanam umbi-umbian seperti kentang atau tanaman lain di pot. Kalau sudah waktunya panen, dipanen dan dimasak bareng πŸ™‚
  • Pengenalan tentang mahluk hidup. Jadi sering-sering diajak jalan-jalan atau piknik ke bukit. Dari situ bisa diperkenalkan hewan, tanaman, atau yang lainnya pada anak
  • Nanti mau memelihara hewan-hewan juga ah. Tapi memelihara seperti kura-kura atau ikan saja, kan tidak membahayakan. Jadi supaya mereka tahu bagaimana merawat hewan
  • Mengajarkan anak untuk tidur sendiri. Ini gampang-gampang susah, hoho. Pertama sebelum tidur, dipamitin (mengucapkan selamat tidur), didongengin juga bisa. Pernah waktu itu lihat serial “The Nanny”, jadi caranya orang tuanya duduk di dekat tempat tidur sampe anaknya tertidur. Tapi tiap malam jarak antara tempat tidur dan jaraknya duduk semakin jauh, dan kalo sudah duduknya di dekat pintu, malam selanjutnya bisa ditinggal, hehe
  • Mengajari ke toilet sendiri (bagi anak yang suka ngompol), khususnya untuk anak cowo. Sebaiknya ayahnya yang ngajarin ke toilet, kalau anaknya cowo. Lalu dibuatkan toilet untuk cowok dari kaleng di dekat tempat tidurnya. Jadi dibilangin, kalau mau buang air kecil di tempat ini. Tenang saja, ini mengajarkan untuk tidak ngompol. Karena mungkin saja kalau malem kebelet pipis, dia ga mau ke toilet karena dingin. Jadi sifatnya ini sementara. Kalau sudah tidak ngompol baru kalengnya diambil dan diajarin pergi ke toilet sendiri.
  • Kalau bilang sesuatu ke anak dengan menggunakan kalimat positif saja. Jadi usahakan meminimalisir penggunaan, “Jangan..nanti mama marah”. Kalau bisa diganti jadi, “Biar mama senang, gini saja…” Kan terdengarnya pun lebih bagus πŸ™‚ Karena anak kecil itu mudah sekali meniru. Saya juga berencana ga ngatain yang jelek-jelek ke anak. Misalnya bilang nakal atau bandel, bilang aja gemesin, hehe πŸ˜› Karena sebenarnya anak juga ga bermaksud nakal kan? πŸ˜‰ Mereka cuma rasa ingin tahunya besar, hehe. Masak iya sih anak sendiri mau dikata-katain jelek? hoho
  • Mengajarkan disiplin. Itu harus. Ga boleh bangun siang, hehe
  • Mengajarkan untuk membantu pekerjaan rumah. Jadi siapa yang membantu akan dikasih point. Point yang terkumpul sampai yang ditentukan, akan mendapat hadiah
  • Kalau nakaaaal sekali, baru didudukkan di kursi nakal sebagai hukuman. Dan setelahnya anak itu dinasehati dan diajarkan untuk bilang, “maaf”. Satu hal lagi, kalau menasehati anak kecil, tinggi orang tuanya harus sama dengan anaknya. Jadi orang tuanya ya jongkok gitu. Kenapa? karena katanya “The Nanny” kalau orang tua lebh tinggi saat menasehati anak, akan tidak bagus untuk psikologi anak. Anak akan menganggap orang tua seperti monster, hoho
  • Kalo bisa diajarkan tentang seni-seni tradisional Indonesia. Yah, itung-itung menumbuhkan jiwa nasionalisme anak, hehe πŸ˜€ . Itu pun jangan dipaksa, jadi terserah anak saja minatnya mau kemana

Dan yang penting adalah bagaimana membuat anak sadar dan mengerti dengan sendirinya, karena dengan begitu anak sadar akan tanggung jawab dan haknya πŸ™‚

Advertisements

Trackbacks & Pingbacks

Comments

  1. * nand says:

    poin “Mengajarkan anak untuk tidur sendiri”
    ngakak baca ini,,lah wong ibunya ga bisa (lol)

    | Reply Posted 8 years, 5 months ago
  2. * aulia says:

    gi mana sih katanya menjadi anak sholeh tambah ceritanya bila punya anak nanati

    | Reply Posted 7 years, 6 months ago


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: