~ A Whole New World…



Ah, cinta…

Kalau saya ngomong begini, pasti pada nyambungnya ke cinta-cintaan..atau soal pacar-pacar gitu deh:mrgreen: Apalagi dengan usia saya yang tambah hari tambah menua saja, semua orang akan bertanya pada saya, “Kamu sudah punya pacar?” Hohoho, dan jawaban saya dari dulu sampai sekarang tetap sama, tidak. Bahkan di Korea pun saya sering ditanya soal ini, fiuuh. Apalagi di sini roaming bahasa, susah juga menjelaskan bahwa saya punya prinsip gak mau pacaran. Dijelaskan model gimana pun, tetep saja gak paham. Karena di Korea itu, kalau gak punya pacar akan dianggap aneh, hoho. Akhirnya karena capek, saya bilang alasan yang sangat masuk akal, “Karena Indonesia dan Korea sangat jauh”:mrgreen: Dan pertanyaan pun berhenti, alhamdulillah. Kemudian, sesi wawancara berganti petuah.. “Kalau gitu kamu cari pacar di Korea saja”. Toeng (doh)🙄 . Ada juga teman-teman lama yang chatting dengan saya. Tiba-tiba pembicaraan dia semakin menjurus-jurus tidak jelas. Maksudnya apaan coba, mau nunggu saya sampai pulang?? toeng..toeng. Yah, begitulah… apakah maksudnya cinta definisi mereka seperti itu ya? Lalu kalau sudah pacaran trus diapakan? Toh, kami belum menikah. Dia juga bukan siapa-siapa saya. Tapi sudah menuntut soal perhatian lebih. Kalau gak diperhatikan…ngambek, kurang mengerti perasaan seseorang. Anak-anak banget kan? hoho

Saya jadi ingat beberapa pembicaraan dengan teman saya, karena yang dibahas cinta-cintaan mulu, hahaks😆 Sebenarnya jujur, kalau untuk definisi cinta-cintaan antar pacar begitu saya benar-benar tidak paham😳 . Karena definisi cinta menurut saya bukan begitu. Yup, memang sudah beda pandangan. Tapi kok sering dicurhatin mulu soal cinta-cintaan antar pacar ya? hoho:mrgreen:

So, apa itu cinta? Wah, kalau saya bahas ini…benar-benar berat. Karena dalam bayangan saya, definisi cinta itu tinggi….banget. Bahkan untuk manusia pun kok kayaknya belum pantas ya? hehe. Sebelumnya saya minta maap kalau saya jadi agak sok-sokan. Bukan sok-sokan gitu sebenarnya, tapi memang the fact-nya seperti itu yang saya pikirkan. Cinta itu sudah saya tempatkan pada pencipta saya, Allah SWT. Jadi saya tidak berani bilang cinta pada manusia, hoho…maap. Karena, saya pikir (lagi-lagi ini menurut yang saya pikirkan)…pacar, teman, saudara, orang tua, suami, anak…mereka suatu saat pasti meninggalkan kita. Ya, sifatnya tidak kekal. Beda dengan Allah, kapanpun…dimanapun…kita membutuhkan, Dia selalu ada. Allah yang menciptakan kita, jadi tidak mungkin akan pergi meninggalkan kita. Kecuali kita yang meninggalkan Dia (kedekatan dengan Allah, tergantung prasangka hamba-Nya). Sayang dengan manusia…saya pikir itu sebagai perwujudan rasa cinta kita pada Allah, sayang dengan mahluk ciptaan-Nya. Ya, habluminannas. Maka dari itu, saya ingin membuat orang yang saya sayangi itu bahagia. Kadang kalau sedang egois mikirnya jadi gini, “Ngapain jadi susah-susah gini ya?” Tapi kembali lagi, kita melakukan ini demi Allah, karena cinta sama Allah, karena sayang pada mahluk-Nya. So, jangan buat mereka kecewa dan sedih…tetap buat mereka tersenyum bahagia🙂 InsyaAllah semua akan mendapat balasan yang setimpal dengan perbuatan kita kok (meski sebenarnya saya juga tidak mengharap balasan akan hal ini). Dengan berbuat baik, InsyaAllah akan mendapatkan yang baik pula🙂 Yah, pokoknya begitulah. Kalau semua-nya karena Allah, InsyaAllah semuanya akan dipermudah…amin🙂

Artikel lain tentang cinta


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: