~ A Whole New World…



Esai Buat Perokok

Jujur saya sebel banget sama orang-orang yang merokok sembarangan. Bukannya apa, tapi itu bener-bener sudah mengganggu orang lain. Dulu hal itu sama sekali tidak masalah. Ayah saya perokok berat, semua teman saya perokok berat juga. Gimana tidak, hampir semua anak band pada waktu itu (bisa dibilang hampir 90%) semuanya perokok. Tapi masalahnya lingkungan saya sekarang sudah berubah. Semua orang-orang sekeliling saya, teman-teman saya, terutama di kampus tidak ada yang merokok. Mulanya saya menganggap itu aneh, tapi ternyata hal itu membuat saya lebih nyaman.

Beberapa waktu yang lalu saya sempet jengkel sama salah satu penumpang angkutan umum di sebelah saya, dengan santainya merokok dan asapnya dibawa kemana-mana. Pertama saya sengaja tutup hidung, kalau dia tidak merasa jurus terakhir saya adalah menegur dia. Itu sering saya lakukan jika saya berada di kondisi seperti itu. Ada orang yang minta maaf, ada juga yang malah sok-sok ga dengar, dan kayaknya dia tersinggung juga. Tapi saya sih cuek aja. Waktu marak-maraknya peraturan “dilarang merokok sembarangan” khusus di wilayah Jakarta, orang-orang yang saya tegur pada minta maaf dan melapangkan dada untuk mematikan rokoknya. Tapi sekarang, setelah peraturan itu meredup, banyak-banyaknya malah berbalik marah sama saya dan masih tetap merokok di sebelah saya, meski rokoknya agak dijauhkan dari saya. Tapi tetap saja kan asapnya jadi kemana-mana. Apa mereka pikir itu tidak mengganggu orang lain? Kita…saya, akan jadi perokok pasif. Dan itu artinya kita akan kena dampak negatifnya juga, meskipun secara tidak langsung. Tapi…menurut yang saya tahu, resiko kematian perokok pasif lebih besar daripada perokok aktif. Tuh kan, lihat…kalian para perokok aktif juga secara tidak langsung membunuh kita yang ga tahu apa-apa secara perlahan. Apa kalian tidak sadar?! Padahal….semua orang, bahkan anak kecil pun tahu kalau merokok akan merugikan diri sendiri dan orang lain. Kalau seperti ini saya jadi sangat mendukung gerakan dilarang merokok di wilayah manapun di Indonesia, dan yang melanggar akan kena denda besar.

Mungkin ironis dengan saya, ayah seorang perokok. Padahal ayah adalah seorang ilmuwan biologi. Sebenarnya ayah sadar kalau merokok itu tidak baik untuk kesehatan. Saya memaklumi juga sih, para perokok kalau tidak merokok tidak akan bisa melakukan aktifitas apa-apa. Dan hal itu tidak mudah untuk dihentikan begitu saja. Tapi hargai kita juga. Setidaknya merokoklah di tempat yang tidak ada orang, jangan merokok seenaknya sendiri. Toh, meskipun ada peraturan dilarang merokok sembarangan…mereka masih diijinkan merokok tapi di tempat khusus orang merokok. Kurang baik apa coba! Kadang saya berpikir, apa ayah pernah ditegur orang ya? Kan saya sering menegur orang biar tidak merokok di sebelahku, hohoho:mrgreen:

Saya secara tidak sengaja melihata acara “Tommorow Today”. Ada seorang scientist asal Swiss bidang imunology sedang meneliti bagaimana orang berhenti merokok. Dari hasil data yang dia dapat, 50% dari perokok yang ada di dunia ini sebenernya ingin berhenti merokok tapi gak bisa. Nikotin yang ada dalam rokok akan sampai dalam 6 detik ke otak bila kita menghisap rokok. Apabila nikotin sudah ada dalam otak, akan menimbulkan efek bergairah sehingga para perokok akan merasa kecanduan. Hal itu yang membuat para perokok sulit menghilangkan kebiasaan merokoknya. Jadi ilmuwan itu membuat semacam vaksin anti-nikotin. Mekanisme kerjanya Apabila vaksin tersebut diberikan pada perokok, maka vaksin tersebut akan membentuk semacam protein dengan molekul besar (bisa dibilang yang dihasilkan vaksin tersebut adalah antibodi). Molekul antibodi tersebut akan menetralisir nikotin yang terhisap pada waktu merokok, sehingga nikotin tersebut tidak akan sampai ke otak. Dan tentu saja perokok tidak menimbulkan efek apapun pada waktu merokok. Hal ini akan membuat perokok akan merasa sadar bahwa merokok maupun tidak merokok hasilnya sama dan tidak ada efek gairah. Tapi hal itu perlu proses sehingga mungkin akan memakan waktu sedikit lama. Dan itu pun sekarang masih dalam proses penelitian. Apalagi katanya penelitiannya tidak disponsori sama perusahaan apapun. Mungkin banyak terjadi kontroversi kali ya. Tapi tenang saja, saya 100% mendukung😀 ! Kalau saya kaya raya, saya pasti ikut mensponsori penelitian itu. Moga cepet berhasil dan di terapkan di seluruh dunia ya🙂  — btw sekarang gimana kabar penelitian itu ya?

(my last blog — yahoo360 / 28-02-2007)


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: