~ A Whole New World…



Organisasi Mahasiswa

Hmm, saya ingin membandingkan sedikit organisasi mahasiswa (ormawa) yang ada di Indonesia dan di Korea, yaah… perbandingannya hanya yang di kampus saya saja sih, hehe.

Setelah saya melakukan pengamatan di kampus saya yang sekarang ini (meskipun saya bukan mahasiswa undergraduate, tapi saya sering dicritain temen-temen yang almost all undergraduate) , saya kok merasakan ada perbedaan antara ormawa di Indonesia dan Korea. Beda dari segi sistemnya. Di Indonesia, semua adalah politik. Fiuuh, cabe deh. Gak organisasi politik, agama, bahkan organisasi yang lebih fokus lagi (biologi misalnya)…semua pakai politik. Entah apa yang sebenarnya mereka pikirkan. Inilah yang membuat saya kurang begitu suka terjun ke organisasi. Padahal saya sudah memilih organisasi yang sesuai bidang saya, tapi nuansa politik lebih kental dibanding bidang yang kami geluti, ironis…hahaks😆 Inilah yang membuat saya selalu berpikiran kontras dengan teman-teman yang bergelut di bidang politik, dan akhir kata…kami pun berdebat. Fiuuh, buang energi😦

Beda dengan di sini. Kalau saya lihat kok mereka happy-happy saja ya? Gak ada itu mikir politik sampai ada rapat tertutup atau apalah itu. Malah mereka berlomba-lomba mengajukan program, membuat proposal ke universitas yang nantinya bisa liburan ke luar negeri kayak sekarang ini…hahaks. Menyenangkan kan? Coba dari sekilas itu saja kita bandingkan. Yup, 180 degree. Organisasi mereka memang benar-benar fokus di bidang mereka. Misalnya saja organisasi agama (karena di sini banyak organisasi kristen). Mereka membuat program salah satunya tenaga sukarela di Nepal, atau tiap hari ada nyanyi bareng (baca : berdoa) di base-camp mereka, ke gereja bareng, biasanya langsung terjun ke masyarakat yang memang goal mereka adalah menarik massa supaya mengikuti paham dia, hohoho. Ada juga organisasi bunga di department saya. Jadi kegiatannya ya menanam bunga, merawat bunga, menjual bunga (biasanya dijual pas ada acara universitas), ikut proyek prof. Jadi meskipun pulang sampai malam-malam, ya gak ada pihak kampus yang melarang. Lah, kan di situ ga ada gerakan semacam gerakan kudeta gitu, wekeke (devil). Bahkan bentar lagi mereka mau ke Vietnam untuk study banding soal bunga-bunga itu… Wuaaah🙂 Pokoknya isinya seneng-seneng aja lah. Mereka ikut organisasi untuk bersenang-senang. Refreshing setelah seharian ada kelas dan belajar. Jadi sore-nya sampai malem ya biasanya mereka nongkrong di organisasi atau lab. Kalau pengen agak bersenang-senang ya pergi bareng-bareng ke downtown, makan malam sama-sama, dan minum-minum, hoho (kalo yang ini jangan ditiru). Jadi ikut organisasi benar-benar sebagai ngisi waktu luang, untuk refreshing.

Pengen rasanya orwana di Indonesia seperti itu. Jangan kebanyakan politiknya, tidak baik untuk kesehatan jiwa dan pikiran, wekeke (devil). Oke, saya akui politik memang perlu. Tapi jangan berlebihan. Di Indonesia saat ini saya rasa sudah sangat berlebih dan jenuh politik. Coba lihat saja, apapun dipolitikkan. Mulai urusan negara, kedudukan, mencari kerjaan, bahkan agama (astaghfirullah😦  ). Mungkin..dengan terjun di politik, uang yang didapat lebih banyak kali ya, hoho.. (emang). Gimana kehidupan sehari-hari gak lepas dari politik, laah sejak mahasiswa diajarin berpolitik dari segala aspek gitu, hahaks. Generasi muda dicekoki yang namanya politik. So, sekarang ya sudah seperti mendarah daging. Politik is number one. Oh, no…😦 susyah dah


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: