~ A Whole New World…



Apakah Indonesia masih dikenal sebagai negara yang ramah?

Ini adalah pertanyaan yang bagus bukan?:mrgreen: Karena selama ini, orang-orang asing kenal Indonesia adalah negara yang orang-orangnya ramah. Apakah itu benar? Yah, kita lihat saja…apakah kenyataan lapangan sesuai dengan apa kata orang? hoho.

Yang saya alami sih… tidak sebaik perkataan orang-orang:mrgreen: Entah kenapa saya menemui orang-orang yang tidak ramah, terutama orang-orang birokrasi (doh). Sewaktu di birokrasi akademis dulu, saya pernah diremehkan dan dipersulit dengan orang-orang birokrasi. Bahkan dengan nada yang sangat tidak pantas. Fiuuh. Akan tetapi sewaktu beliau-nya tau saya akan ke Jepang, eh-malah baik-baikin saya dan berulang kali bilang, “jangan lupa oleh-olehnya ya.” (doh). Ada juga sewaktu saya membuat kartu identitas, saya dimarahi oleh bapak yang saya mintain tanda tangan, karena ayah memang belum pernah mengunjungi bapaknya dan tau-tau saja minta tanda tangan (posisi kami waktu itu adalah baru pindah rumah). Dan setelah tau bahwa sebenarnya ayah tidak bermaksud seperti itu karena ayah memang sedang ke Jepang, maka bapak itu minta maap dan merasa malu. Dan masih banyak pengalaman lain yang membuat “toeng!”.

Saya jadi berpikir, apakah jika kita tidak kaya maka kita tidak dihargai? Apakah jika kita tidak punya kedudukan maka kita tidak dihargai? Tetapi beda dengan orang yang punya kedudukan dan kaya raya. Mereka akan lebih ramah dan seolah-olah berkata, “I’ll do anything for you lah”. Sewaktu saya di embassy juga, jika yang datang para tenaga kerja…mereka jutek gitu. Beda halnya jika yang datang orang-orang asing. Ramaaahh bgt. Hal yang lucu juga, sewaktu saya mau bayar di bank, eh-mereka nitip uang ke saya untuk ditransferkan. Afa-afaan ini? Saya sudah cukup terkejut dengan pembayaran dimana saya harus mentransfer ke bank-nya langsung (bukan mereka yang mentransferkan), eh-ini mereka masih nitip-nitip uang segala. Gimana hayo kalau uangnya saya ambil? (devil) Eh, tapi saya meninggalkan kartu identitas saya di sana, stupidz😆 Ini sebenarnya minim fasilitas apa memang agak lazy? hoho:mrgreen: Yaah, Indonesia…Indonesia.

Ah, saya tidak paham dengan mereka yang cenderung muna-muna gitu. Kenapa sih pelayanan di Indonesia harus pasang tampang jutek? Kenapa sih gak ramah2? Kenapa jika memakai baju dan asesoris bagus baru pelayanannya baik? Karena seperti itu, saya sering bukannya tambah pakai baju bagus-bagus, tapi saya malah pakai baju apa adanya dan sandal. Ke mall yang bagus, saya hanya pakai pakaian seperti saya pergi ke warung untuk makan. Dan saya tidak pernah malu jika berbuat hal konyol dan mungkin mereka akan bilang dalam hati, “Ih, anak ini.” Biar aja…anjing melihat khafilah berlalu..hoho:mrgreen:


Trackbacks & Pingbacks

Comments

  1. biasanya si emang gitu.
    orang birokrasi ramah hanya kalau ada maunya.😀
    tapi,..
    kalau main2 ke daerah yg masih tradisional banyak yg masih bener2 tulus ramah kq. misal: ke kampung2, atau mungkin di jogja, atau dimana..

    | Reply Posted 7 years, 5 months ago


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: