~ A Whole New World…



Kenapa ada yang pake jilbab dan tidak?

Baru kali ini semua orang mengkritik saya pake jilbab, hiks. Padahal saya dulu ga pernah ada masalah dengan ini. Meskipun dulu pertama kali datang i’m the only girl who wear that, orang-orang cuman ngeliat pas papasan dan setelahnya it’s over. Ya udah. Tapi petualangan saya kemarin itu…entah kenapa saya bertemu dengan orang-orang yang sepertinya risih sekali lihat saya dan terang-terangan gitu bilangnya…hiks. Emang sih kemarin itu saya bareng sama kakak yang ga pake jilbab. Dan saya sudah menyangka akan terjadi tragedi rasis antara orang ina muslim berjilbab dan tidak. Mereka membandingkan saya dengan kakak saya…yang saya itu hot dan kakak saya cool…yang tau-tau ada ibu-ibu yang bilang, “aneh-aneh aja style ini”… ada juga yang bilang, “saya panas sekali lihat kamu”…banyak lagi lah. Waktu itu saya masih cuek ketawa-ketawa ga jelas, meski sebenernya uda capek juga..hoho.

Sampai pada akhirnya teman saya yang dari Filiphine itu mengintrogasi saya. Dia mengejar the real jawaban saya, bukan jawaban ketawa-ketawa saya. Akhirnya saya menjelaskan bahwa sebenarnya dalam kitab kami wanita seharusnya memakai jilbab. Lalu kenapa dia….? Nah itulah, saya bingung gimana jelasinnya😦 Pake bahasa hidayah pun…dia ga ngerti. Dan kalo nyinggung-nyinggung soal hidayah…pasti salah satu pihak akan dianggep muslim taat dan satunya…yaah gitu deh. Saya juga musti memberikan argumen tidak berpihak. Akhirnya saya bilang bahwa di ina itu ada 5 agama yang beda-beda. Sedangkan di negara islam seperti Arab, dll…itu negara yang penduduknya adalah islam. Hubungannya? Kan kalo di negara islam, pasti sejak kecil uda pake jilbab…sehingga uda jadi kebiasaan. Lagi pula semua cewe pake jilbab. How come dia ga pake jilbab sendiri, misalnya. Kalo di negara seperti ina…apabila itu ada keinginan dari hati untuk pake, baru kami pake. Jadi cenderung merupakan suatu pilihan. Saya saja baru pake waktu saya kuliah. Pas sekolah saya belum pake. Barulah teman saya ngerti maksudnya. Ya, memang sulit memunculkan keinginan dalam hati…itu kesimpulannya.

Mudah-mudahan saya tidak salah to explain this problems


Trackbacks & Pingbacks

Comments

  1. * havban says:

    🙂

    ~masukAkal

    | Reply Posted 7 years, 3 months ago
  2. * umi sumayyah says:

    assalaamu’alaykum…

    adrianna, salam kenal… terima kasih sudah memberi komentar di blog saya, semoga bermanfaat.

    menarik sekali baca kisahnya di korea. masya ALlah, semoga ALlah memudahkan segala urusan adriana ya di sana (btw, beneran ga sih, namanya adrianna😕 :D)

    saya mau komentar sedikit tentang tulisan yang ini… karena saya jadi ingat waktu suami saya sekolah di jepang, dia pernah ditanya oleh satu orang jepang: kenapa si A yang keturunan arab itu saya tidak pernah melihatnya sholat seperti kamu? (nah lho, kebalik kan situasinya, yang orang arab justru ga sholat, yang orang non-arab malah sholat…)

    maka suami saya menjawab: Islam itu seperti sebuah negara yang terdapat peraturan2 di dalamnya. sebagian ada yang mentaatinya, dan sebagian yang lain tidak. hanya orang2 yang memahami pentingnya peraturan itu sajalah yang mau mentaatinya. sama seperti kamu yang tinggal di jepang, negaramu punya sekian banyak peraturan, tapi tidak semua rakyatnya mentaati peraturan itu bukan?!

    suami saya menjawab seperti itu, karena kalau pake pendekatan agama, lha wong mereka ga percaya agama.

    jadi koreksi dari saya, bahwa jilbab itu bukan pilihan… bukan “menunggu hidayah”, bukan pula “keinginan dari hati”. tapi kewajiban yang Allah tetapkan bagi kaum wanita muslimah. sebagian mentaatinya dan sebagian yang lain tidak walaupun mereka mengetahui kewajibannya.

    namun amal itu diberi ganjaran atas apa yang kita lakukan (maa a’malu), bukan apa yang kita ketahui (maa a’lamu)…

    wallahua’lam bis showab…

    maaf kalau kurang berkenan, saya hanya teringat sebuah hadits; “Artinya : Maka demi Allah, sekiranya Allah memberi hidayah disebabkan kamu kepada seorang lelaki adalah lebih baik untukmu daripada memiliki unta-unta merah.” (HR. Bukhari)

    dan percayalah, pastilah unta merah adalah suatu hal yang “besar” sehingga disebutkan dalam hadits tersebut.

    maka semoga adriana bisa menjadi sebab diberikannya hidayah kepada seseorang oleh Allah di sana…

    | Reply Posted 7 years, 3 months ago
    • * adrianna says:

      wa’alaikumsalam…
      makasi mba atas sharingnya…
      semoga bisa bermanfaat, amin🙂

      | Reply Posted 7 years, 3 months ago


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: