~ A Whole New World…



bolehkan tayamum pada waktu cuaca buruk?

Subhanalloh… saya baru membaca postingan dari mailing list tentang fiqih di cuaca buruk, termasuk bagaimana bila ga kuat wudhu pake air dingin di winter ini? Maklum, di sini mayoritas kan non-muslim… jadi ga ada yang wudhu. So, mereka pun cuman menyediakan wastafel untuk cuci tangan aja… dan ga disediakan air anget (itu di campus saya, kecuali di asrama.. itu pun air anget dibukanya pada jam-jam tertentu aja). Saya akui emang agak gimanaaa gitu wudhu di cuaca dingin. Makanya saya prefer mempertahankan wudhu saya dari dhuhur (jam12pm)-ashar(jam2.55pm)-maghrib(jam5.20pm)…hehehe. Paling sebel kalo batal karena kesenggol bukan muhrim (semua orang lab cowo semua soalnya).

Berikut adalah ulasannya :

Boleh Tayamum ketika cuaca sangat dingin

Winter hampir tiba, mungkin diantara saudara-saudara kita ada yg mengalamai kesulitan menghadapi cuaca yg sangat dingin mungkin tubuhnya yg kurang kuat atau ada penyakit mungkin bisa memanfaatkan rushshah/keringanan yang Allah berikan pada kita melalui syariatnya yg sempurna ini.

Dari Jabir, berkata, “Kami keluar dalam satu perjalanan, lalu seseorang di antara kami tertimpa sebuah batu sampai melukai kepalanya kemudian ia mimpi basah lalu bertanya kepada para sahabatnya, ‘Apakah kalian mendapatkan rukhshah bagiku untuk bertayammum?’ Maka jawab mereka, ‘Kami tidak mendapatkan rukhshah untukmu, karena engkau mampu menggunakan air. ‘ Kemudian ia mandi besar sehingga meninggal dunia. Kemudian tatkala kami sampai ke hadapan Rasulullah saw, hal tersebut diinformasikan kepada beliau, maka beliau bersabda, “Mereka telah membunuhnya, maka Allah akan membunuh mereka. Mengapa mereka tidak bertanya, bila mereka tidak mengetahui. Karena sesungguhnya obat kebodohan hanyalah bertanya. Cukuplah baginya hanya dengan tayammum.” (Hasan: Shahih Abu Daud no: 326 dan ‘Aunul Ma’bud, I; 532 no: 332.)

Dan Amr bin Ash bahwa tatkala ia diutus (oleh Rasulullah saw ) dalam peperangan Dzatul Salasil , Ia bercerita. “Pada suatu malam yang dingin, yang suhunya mencapai titik maksimum saya ihtilam (bermimpi), lalu saya khawatir jika mandi saya akan celaka, maka tayammum lalu sholat shubuh dengan rekan-rekanku. Kemudian, tatkala, kami sampai kepada Rasulullah, mereka menceritakan hal tersebut kepada beliau lalu beliau bersabda. “Ya Amr, apakah engkau sholat bersama rekan-rekanmu dalam keadaan junub?” Maka saya jawab, “Aku ingat Firman Allah SWT. (Dan janganlah kamu membunuh dirimu sendiri, karena sesungguhnya Allah adalah Maha Penyayang kepada kalian). Kemudian aku bertayamum lalu sholat.” Maka Rasulullah saw tersenyum dan tidak berkomentar sedikitpun (Shahih: ShahihAbu Dawud: no: 323, al-Fathu Rabbani II: 191 no:16, Aunul Ma’bud I: 530 no: 330 dan Mustadrakul Hakim I: 177).

oleh :  Mauludi
diolah dari berbagai sumber, diantaranya tulisan ust.Sarwat dan ust.Muhammad Abduh Tuasikal. Mohon koreksinya jika ada kesalahan.


Trackbacks & Pingbacks

Comments

  1. * zheeahjha says:

    jadi intinya boleh ya? tapi asal tidak membunuh harus tetep wudu kali ya???

    | Reply Posted 7 years ago
    • * adrianna says:

      InsyaAllah boleh tayamum. Tidak membunuh juga tidak membuat sakit. Kalo dengan wudhu malah membuat sakit, mending tayamum aja… itu kalo kondisinya di cuaca dingin ga ada air anget. Maklum, seperti di Korea kan minim orang muslim… jadi kalo winter mereka ga perlu wudhu… jadi kalo misalnya di school, ga ada air angetnya.
      Pada intinya Alloh SWT tidak mendzalimi hamba-Nya kok
      Wallahualam bisowwab

      | Reply Posted 7 years ago


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: