~ A Whole New World…



kisah sebuah laboratorium & permainan kata para petinggi

Ada sebuah kisah nyata yang saya rahasiakan identitasnya. Jadi ada suatu instansi laboratorium yang berdiri di salah satu universitas. Saya kenal laboratorium itu, bukan hanya kenal… tapi sangat familiar. Tapi sekarang sayang sekali laboratorium itu harus ditutup, karena salah satu petinggi bilang… “kami tidak dapat membiayai laboratorium ini karena dana kami sedikit.” Hohoho, biaya apa? La wong laboratorium itu berdiri atas proyek-proyek dari scientist-nya. Kapan pihak pusat membiayai laboratorium itu? Buktinya… pihak pusat banyak mendapat sumber dana dari laboratorium itu. Itu artinya ada permainan kata-kata di sini.

Oke, saya akan cerita awal mulanya kenapa bisa terjadi seperti ini. Kisah laboratorium ini dirintis oleh para scientist idealis. Beliau-beliau berprinsip menjalankan hidup sesuai hukum alam yang ada, tidak menyimpang dari aturan hukum dunia. Tapi ternyata petinggi universitas itu tidak satu prinsip dengan para scientist. Alhasil terjadi fighting antara kedua belah pihak. Tapi karena para petinggi lebih banyak uang, mereka mudah saja mencari pendukung. Beda halnya dengan yang di laboratorium. Meski mereka banyak proyek, tapi kan itu untuk proyek… bukan untuk hal aneh-aneh.

Dan akhirnya perseteruan itu berakhir pada para petinggi yang menutup laboratorium itu. Dengan alasan… “Ga ada dana untuk laboratorium itu”. Yah, anda bisa berpikir… apakah itu alasan yang logik atau tidak. Padahal laboratorium itu banyak orang berpotensi di sana… banyak lulusan luar negeri… jadi link mahasiswa supaya bisa melanjutkan sekolah ke yang lebih tinggi lagi… banyak kerjasama dengan universitas negara lain… dan sekarang semua sudah berakhir. Januari tahun 2010… laboratorium itu sudah tidak ada lagi. Hanya tinggal nama. Salah satu akses wadah untuk mencetak generasi bangsa Indonesia telah tertutup. Mau jadi apa Indonesia ini?

Untuk bapak presiden Indonesia, Menteri pendidikan, departemen pendidikan, para pemimpin universitas…. tolong lebih banyak memikirkan mau dikemanakan nasib generasi bangsa. Merekalah yang nantinya akan memegang bangsa ini…. tolong jangan egois🙂


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: