~ A Whole New World…



tamasya di hari minggu~

Beberapa minggu lalu, saya diminta sama the 3rd bos mandor saya (mas snior maksudnya) untuk turut berpartisipasi dalam sampling project yang dia pegang~ sampling daun buah persimon yang akan dibuat biomarker (mau di isolasi DNA-nya). Seperti yang saya jelaskan sebelumnya Sangju ini terkenal (ato bahkan produksi number one buah persimmon) di korea. Nah yang melatar belakangi projectnya itu adalah~ banyak gam (감) ato persimmon yang datang dari Korea dengan kualitas jelek. Nah katanya si itu bukan persimmon dari Korea, melainkan dari China. Dan para pedagang biasanya untuk mendapatkan untung yang banyak~ sering kali mengganti labelnya jadi persimmon aseli Korea. Nah, orang Korea ga terima dong~ makanya kami ingin mengalisa DNA-nya, identifikasi karakterisasi DNA-nya, dan di hak-paten. Jadi ga ada yang bisa bo’ongin lagi. Banyak orang bilang, persimmon Korea itu high quality banget. Bahkan di Korea juga dibuka pembuatan persimmon wine…

Beginilah dokumentasi sampling kami~

Itu kantor yang mengelola kebun persimmon, kebun, calon buahnya persimmon, dan ulat yang ikut nampang di pohon persimmon, haha. Saya jadi mikir ya~ Indonesia kan keanekaagaman hayati (biodiversitasnya) tinggi tuh~ mikroba banyak, plant and animal exotis juga banyak~ tapi kenapa penemu organisme2nya kebanyakan orang foreigner ya??? Sepertinya sih~ skill biomarker untuk mem-patenkan seperti yang dilakukan Korea ini juga perlu. Sangat diperlukan malah. Maka dari itu saya pengen banget blajar skill biomarker ini. Sekarang yang pegang project biomarker mas snior saya, tapi saya bilang ke bliaunya~ please ajak saya kalo kamu lagi ngerjain eksperimenmu… bgitu~~~

Setelahnya~ kami makan siang. Mas snior yang traktir (ya iyalah~ dia yang mempekerjakan kami, dia yang musti traktir…haha). Mas snior nanya pengen makan apa~ akhirnya kami memutuskan makan di restoran prasmanan di Korea. Ternyata di Korea ada juga lo restorant prasmanan, haha. Namanya restorant 뷔페 (bwipe). Harganya murah pula. 5,000 won uda makan sepuasnya. Menunya juga macem2, mulai dari makanan utama, pembuka, dessert. Ada beef, fish, dan…hoho, pork. Tapi ada syaratnya makan di situ~ kita musti abisin makanan, ga boleh ada makanan yang tersisa, kalo ketauan kami suruh bayar uang lebih. Maksimal kita makan 5 piring. Ini keduakalinya saya makan di sini. Pertama kali~ saya ketipu sama temen saya. Temen saya bilang, saya musti ngabisin 5 piring, kalo engga suruh bayar. Heh??? Jadi saya dengan terpaksa dan kekenyangan yang teramat sangat saya ngambil 5 plate. Gila! Dan kedua kalinya saya uda tau, kalo maksimal 5 plate. Tapi setelahnya kami yang makan di restoran itu keracunan, haha. Perut kami sakit hingga 2 hari. Mungkin~ lagi ga bersih kali ya makanannya, hehe. Jadi kapok makan di situ, wekeke. Mas snior kayaknya ngerasa bersalah gitu~ dan bilang, “Ya uda~ lain kali makan di tempat yang bersih, biar mahal gapapa.” haha


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: