~ A Whole New World…



begini aja uda nyerah?

Astaghfirulloh~

Harusnya saya ga jadi lemah begini dong. Harusnya saya bersikap tenang dong.  Dan saya pun harusnya terlihat gembira dan bersemangat ke semua orang~

Hari ini pak prof marah pada kami bertiga (saya, mas snior, mba mahasiswa phD). Kami bertiga sudah tahun kedua dan sedang mengerjakan riset untuk thesis kami. Hari ini kami menyodorkan not gud result to him.

Terkadang pak prof terlalu menuntut lebih pada kami.  Contohnya saya saja. Beliau tau, saya selalu memberikan gud result pada beliau. Bahkan beliau memuji “perfect!” Tapi di saat saya melakukan satu kesalahan, beliau langsung men-“skak mad” saya (skak-mad = beginikah tulisannya?hehe).

Kerjaan biologi molekuler emang begini. Ruwet. Hahaha. Mikir iya, ketrampilan skill iya. Kalo uda kita dalam keadaaan jenuh, ga boleh kita (disarankan) kita ga kerja. Kenapa? Karena di alam bawah sadar kita, ada satu step yang mungkin kita akan membuat kesalahan. Dan kalo dalam biologi molekuler, satu kesalahan itu bisa fatal. Kita akan buang2 tenaga, bahan kimia yang mahal-mahal, dan waktu.

Satu hal dari bos mandor yang cukup buat saya terinspirasi. Yang namanya eksperimen itu, sometimes berhasil… sometimes gagal. Apalagi kerjaan seperti kita… beda orang, beda sample… beda pula methodnya. Jadi kita selalu mencoba terus. Gagal itu wajar. Yang penting adalah bagaimana kita do the best every step. Perfectionist itu harus, tapi dalam kenyataan hidup, kita kadang suruh milih. Misalnya dalam kasus… kamu mau kualitas sample bagus, tapi kamu harus sedikit kehilangan sample-mu. Ato bener jumlah samplemu banyak, tapi kualitasnya ga bagus. Hehehe, tumben nih bos mandor hari ini bijak…wekekeke. Kadang saya kangen juga dengan wejangan beliau. Oiya, bulan depan bos mandor pindah ke lab depan lo, hehe.

Hmmm…

Jangan hanya karena ini, saya bisa nyerah begitu saja. Begitu pula soal puasa seperti saat ini. Jangan hanya karena saya puasa, saya ga boleh dong lemes-lemesan. Kalo saya loyo, kliatan laper… mereka akan bilang, “Salah sendiri kamu puasa. Makanya makan sana… biar ga lemes.” Begitu kalo saya mengeluh. Pernah tuh… saya pengen di depan AC pendingin. Tau-tau mas snior bilang, “Kepanasan kan? Makanya copot tuh jilbabnya.” Engga… pokoknya saya ga boleh nyerah. Cuman panas sgini doang… masak si kepanasan? Sekarang emang sedang summer di sini. Makanya ngeliat orang pake smua serba panjang, mereka risih gitu. hahaha

Saya ga boleh nyerah. Ini masih dalam rangkaian perjuangan saya dalam pencapaian cita-cita saya. Apapun itu.

Bismillah~ Fighting..!!! ^_^


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: