~ A Whole New World…


Category Archive

The following is a list of all entries from the pelangi category.

Rumah impian

Suatu hari.. saya berkunjung di rumah lab-mate saya. Wuaaahh, rumahnya baguuusss… dan saya memimpikan rumah seperti ini. Jadi teman saya itu rumahnya agak naik di atas bukit, dan karena kondisi itu beliau memanfaatkannya dengan menjadi farmer sayuran dan bunga. Mereka menjual teh bunga, harganya 10ribu won. Jadi katanya bunga-bunga itu berkhasiat untuk kesehatan. Bunganya bunga chrisant kmudian dikeringkan.

Berikut poto-potonya… Btw untuk calon suami saya… bangun rumah kayak gini yuuuukkkksss…. (cozy)

3273137_8e5db22eeb4c220c90f0643f24d8123f

3273137_7135b0c5d84143d22d6adec1d0451bf1

3273137_11ff94a57180efc5baba8f1a2602acbf

3273137_9a913e7874d80602943fbf275903abb1

3273137_4116968fedbb664ec85ebea714b31cd9

3273137_1f44ef1de45d2cf5748a5043b0ca3570

Advertisements

Perpustakaan kecil “Bianglala”

Bianglala itu nama rencana perpustakan kecil yang suatu saat akan saya buat πŸ˜€ Seseorang menyumbangkan nama itu, katanya sih artinya pelangi. Wuaahh πŸ˜€ Kenapa saya ingin membuat perpustakaan? Wah, banyak alasan sih. Awalnya sih, saya mempunyai banyak buku dan ingin saya wariskan pada anak saya nanti. Tapi setelah saya pikir-pikir lagi, saya juga ingin orang lain membaca buku saya. Kali aja buku-buku saya bisa berguna untuk orang lain, utamanya anak-anak. Saya juga ingin perpustakaan kecil saya jadi tempat kunjungan anak-anak. Yah, saya suka anak-anak 😳 Yang saya buat ini bukan bisnis, tapi usaha sosial. Jadi mungkin akan membutuhkan banyak biaya πŸ˜› Kemudian saya cari-cari tips membuat perpustakaan deh 😳

Berikut tips-tipsnya :

  • Sebaiknya pertama kali dilakukan adalah buku-buku dibagi dulu kelompoknya, fiksi atau non fiksi. Fiksi misalnya novel, komik, kartun, majalah dan sebagainya. Begitu juga dengan buku non fiksi, misalnya : buku kuliah, pengetahuan populer, psikologi populer, agama, dan sebagainya. Setelah kategori, buku diatur berdasarkan abjad agar mudah pencariannya. Atau didata berdasarkan nama pengarang buku. Setelah itu dicatat, mana yang bisa dipinjam mana yang tidak. Kalau tidak ingin resiko, buku-buku tersebut dibikin fotocopynya sehingga kalau hilang saat dipinjam, kita tidak menyesal. Atau sebaiknya ditiap buku, ditulis nama dan alamat lengkap, kalau perlu telpon dan email. Kalau mau lebih bagus lagi, buku-bukunya disampul hard cover atau plastik sehingga awet dan tidak kotor. Buku-buku sebaiknya disimpan di lemari tertutup supaya tidak terkena debu. Masalah peminjaman, yang penting dicatat dan orang yang meminjamnya harus mengerti dan peduli terhadap buku.
  • Atau buku dibagi dulu berdasarkan kategori temanya dan tergantung buku. Kategori dilakukan agar pencariannya lebih mudah.
    Kategori itu misalnya :
    A – kategori anak
    B – ketrampilan
    C – umum,
    D – komik
    E – koran,
    F – geografi, dan sebagainya.
    Lalu bagi lagi menjadi kategori sub utama, misal:
    AA anak–>umum
    AB anak–>dongeng, dan seterusnya
    Kalau mau dibagi lagi, misal:
    AB-1-xxx –> anak–>dongeng–>usia (0-1)
    AB-11-xxx–>anak–>dongeng–>usia(1-2), dst..
    Pengkategorian ini bisa dengan huruf dan angka atau angka saja. Yang angka saja, biasanya kalau pake bar code. Setelah dikategorikan, bukunya dinomori dan dicantumkan nomor kategori di masing-masing buku. Untuk ini banyak cara, ada yang menggunakan tempelan, stempel
    atau bar code. Kalau sudah cukup banyak perlu dibuat katalog. Kemudian dibuat pembukuannya. Untuk kartu buku, buku masuk, buku keluar. Kalau ada komputer, bisa menggunakan excell atau MSAccess. Perawatan buku yang aku tahu, buku itu harus dijaga kelembabannya. Kalau lembab jelas lebih cepat rusak.
  • Kalau mau yang lebih gampang, sekarang ini ada program/software untuk membuat perpustakaan. Agak mahal karena itu asli. Programnya sangat bermanfaat karena ada program database untuk mendata buku dan langsung dibuat kartu katalog dan peminjaman. Bisa juga bikin sticker “From The Library Of”
  • Setiap buku memiliki kartu katalog yang terbuat dari kertas karton berukuran 12,5 cm x 7.5 cm. Setiap katalog memuat tanggal, pengarang, judul, nama-tahun-kota penerbit, tahun terbit, dan kolom keterangan yang bisa berisi ringkasan isi buku
    atau keterangan fisik buku. Jika koleksi buku itu boleh dipinjamkan ke orang lain, sebaiknya dibuat pula kartuΒ  peminjaman untuk mengetahui keberadaan buku. Sedangkan untuk memudahkan mendapatkan buku, letakkan buku berdasarkan klasifikasi buku, bukan berdasarkan nama pengarang. Misalnya dengan menggunakan warna. Warna merah untuk karya umum, warna hijau untuk hobi, warna kuning untuk teknologi, dan sebagainya. Namun penggunaan warna bisa dipakai untuk buku yang jumlahnya masih di bawah 300 buah. Jika jumlah buku melebihi jumlah itu, gunakan pembagian klasifikasi Dewey yang sudah umum dipakai. Klasifikasi Dewey membagi buku dengan menggunakan nomor. Jika jumlah buku mencapai 1.000 maka gunakan nomor dengan tiga digit. Sedangkan jika diatas 1.000, Anda sebaiknya menggunakan nomor empat digit, begitu seterusnya. Kemudian, untuk buku-buku yang boleh dipinjam diberi simbol F (fiksi), sedangkan yang tidak boleh dipinjam diberi simbol R (referensi/rujukan). Β Agar ruang perpustakaan Anda menjadi nyaman, sediakan ruang baca, penerangan yang cukup, dan jagalah kebersihan. Untuk menjaga buku dari gangguan serangga. Gunakan kapur barus. Sebaiknya buku disimpan di dalam lemari tertutup karena akan menghindari buku dari debu. Jika tinggal di daerah banjir, lebih baik perpustakaan terletak di lantai atas. Namun buku juga harus dihindarkan dari kemungkinan atap yang bocor. Selain itu, perlu dilakukan juga penyiangan atau penyeleksian buku yang sudah kadaluwarsa. Buku yang mengulas sesuatu yang perkembangannya terlalu cepat seperti komputer, cepat sekali menjadi kadaluwarsa. Jika tidak disingkirkan akan membuat ruang perpustakaan menjadi cepat penuh.
  • Ada beberapa software juga sekarang yang bisa dipakai untuk katalog buku (dan juga DVD, CD, games dll). Kebanyakan sudah pakai opsi auto-fill dari database internet (Amazon, IMDB, LOC dan national libraries/z39.50 servers lainnya), jadi ngisi datanya (cover buku, genre, keywords, author, Dewey Decimal, MAC cataloging records dll) juga lebih praktis. Kebanyakan juga bisa diexport sebagai HTML kalau mau dijadikan online catalogue (sayangnya sih statis). Desktop applications :
    ~ http://www.collectorz.com/book/
    PC & Mac, $$, interfacenya sih kurang mungkin, tapi cukup convenient. Juga ada katalog untuk dvd, mp3, music, comic, etc.
    ~ http://www.delicious-monster.com/
    mac, $$, bisa untuk DVD CD juga
    ~ http://bruji.com/bookpedia/
    mac, $$, bisa untuk DVD CD games juga, sebenernya yg paling saya minati tapi ngga ada bajakannya dan yah… masih nyoba nyari2 pilihan yg lebih murah deh
    ~ http://books.aetherial.net/wordpress/
    Mac, open source
    ~ http://oss4lib.org/
    Ini berita tentang open source system untuk libraries, bagi yang librarynya semakin besar… Sebenernya saya tertarik dengan Koha & Evergreen, tapi perlu server sendiri. Mungkin bisa juga pakai software2 BibTex, banyak yang Open Source juga setahu saya.

Kayaknya ini sudah cukup deh. Kalau masih kurang dicari lagi deh, hehe. Nah, siapa yang ingin menyumbangkan buku untuk perpustakaan saya? Saya siap menampungnya :mrgreen:

Beberapa desain library :

Referensi :


Losing rainbow…

Kemarin lab-mate cerita pada saya. Tapi sebelumnya dia tanya, “Kamu suka pelangi ya?” Heh, bagaimana dia bisa tau ya? Lalu dia cerita, kemarin sore ada hujan lebat, paling sejam…terus berhenti dan berubah jadi sangat cerah. Lalu, muncul deh pelangi-nya πŸ˜€ Tapi sayang…saya kehilangan pelangi itu 😦 Saya waktu itu ada di lab, dan teman saya pergi ke field. Pantes dia tau. Hiks πŸ˜₯ Yah, cuaca di sini sekarang sering berubah. Di Seoul akhir-akhir ini ujan terus. Tapi kalo di kota saya mendung-mendung tapi ujannya bentar. Pergantian musim yang drastis..banyak orang sakit.Β plusle sad

Kembali ke pelangi. Ah, andaikan saya dapat foto pelangi itu ya. Oiya, kata teman saya, salah satu lab-mate ada yang ambil fotonya. Hehe, mudah-mudahan bisa saya dapat πŸ™‚ Mungkin saya memang belum saatnya melihat pelangi. Pelangi untuk hari-hari saya.

~ makasi ajoe udah kasih pelangi


The Rainbow

Saya sendiri ga inget, tepatnya kapan mulai suka dengan pelangi. Ya, pelangi memang indah πŸ™‚ penuh warna, seperti hidup kita. Sebenarnya hidup setiap manusia indah kok, tergantung dari sudut mana kita memandangnya. Begitu juga pelangi. Mungkin setiap orang menganggap pelangi tidak indah, karena ya itu tadi…beda pandangan.

Saya punya impian…kalau suatu saat saya punya perpustakaan kecil, akan saya namakan “Bianglala”. Bianglala artinya pelangi kan? hehe. Di blog saya yang ini juga saya namakan ada rainbow-nya. Dan themes background-nya warna-warni seperti pelangi, hahaks πŸ˜€ Kalau bayangkan pelangi…jadi membayangkan fairy tale, hohoho (ketauan suka ngayal 😳 ) . Yaah, gak jauh-jauh dengan gambar pelangi di atas πŸ˜› Tempat itu namanya Edensor. Sepertinya tidak asing? Yup, itu nama buku ke-3 nya Andrea Hirata. Edensor ada di pedalaman Inggris. Ah, inggris…. 😳

Ini salah satu lagu yang saya suka…tentang pelangi juga. “Somewhere Over the Rainbow”. Selamat menikmati πŸ™‚