~ A Whole New World…


politik dunia (lagi)

Hmm~ saya tidak bisa berkomentar banyak tentang ini… karena saya juga sebenernya agak takut sama efeknya. Karena bagi penduduk primitif yang memberitahukan famili-nya baik melalui telepon, chat… agen dari mereka akan melacaknya dan famili tersebut akan ditangkap dan mungkin akan dibunuh. Di negara tersebut akses youtobe, facebook… di block. jadi penduduk primitif tidak bisa mengetahui tayangan youtobe yang akan saya share. Yang paling menyedihkan adalah… lagi2 ada deskriminasi muslim di sini. Tidak boleh sholat, tidak boleh mengikuti ramadhan… jadi sekarang saya paham mengapa meskipun mereka muslim tetapi tidak bisa mengikuti ritual muslim. Jadi inget jaman PKI di Indonesia~

Smoga Alloh SWT memberikan yang terbaik untuk mereka… amin

Ternyata berita ini juga uda nyampe di Indonesia…

 

Ini tentang pelacakan telpon selular~ saya tidak tau ini ada kaitannya dengan politik mereka itu

Advertisements

Harapan untuk pemimpin negara

8 Juli 2009 besok ya, ada pemilu presiden di Indonesia. Hmm, semoga the next leader akan membuat Indonesia lebih baik lagi. Saya tidak akan memuji atau menyinggung capres yang sekarang. Overall, mereka sangat pintar dan lihai dalam mengolah kata-kata. Yah, namanya juga politik. Yang mana yang benar…yang mana yang salah…semuanya tampak abu-abu, gak jelas. Semua tampak meyakinkan, tapi gak tau deh faktanya. Namanya juga orang promosi, seperti selayaknya sales mempromosikan produknya. Tanpa cacat. Padahal tidak ada manusia yang sempurna. Loh, apa hubungannya? tidak tau :mrgreen:

Saya ingin, the leader selanjutnya akan mampu berpikir masuk akal. Ingat, masuk akal. Jangan mengada-ngada. Indonesia ini punya masalah yang sangat kompleks dari berbagai bidang. Ekonomi, olahraga, kesehatan, politik, pendidikan, bahkan moral. Menyedihkan bukan? Maka dari itu, pemimpin selanjutnya harus lebih kuat. Pemimpin negara itu juga harus cerdik dan cerdas. Jangan mau negara lain menduduki negara kita dengan bentuk kerjasama-kerjasama yang lihai. Contohnya banyak. Banyak produk asing yang masuk, dibukanya lahan tambang, dll. Saya jadi ingat sejarah kepemimpinan Pak Karno dan Pak Habibie. Bener deh, mereka pemimpin negara Indonesia terbaik (menurut saya). Mereka benar-benar berjuang untuk Indonesia, mereka berjuang supaya Indonesia bisa diakui negara lain. Pak Karno berjuang supaya Indonesia tidak direndahkan oleh negara-negara penguasa barat. Pak Habibie berjuang supaya Indonesia bisa bangkit dari keterpurukan krisis ekonomi dengan cara sesistematis mungkin. Beliau juga berkata bahwa pendidikan itu adalah terpenting. Karena sejak kita lahir, kita tidak lepas yang namanya belajar. Setujuuuu paaak..!! Pemimpin seharusnya begitu. Berjuang DEMI bangsanya, BUKAN untuk kepentingan pribadi.

Indonesia itu hebat dan kaya loh. Di sinilah tempat dimana banyak budaya bersatu. Di sinilah banyak agama bersatu. Itulah yang membuat saya bangga dengan Indonesia. Di Indonesia terdapat banyak toleransi dalam beragama. Indonesia kaya akan kebudayaan seni. Alhamdulillah. Semoga pemimpin selanjutnya juga mampu menjaga aset-aset Indonesia yang berharga. Aset berharga termasuk orang-orang yang pintar di bidangnya. Apakah anda tau berapa banyak ilmuwan dan ahli-ahli berbagai bidang ilfil dengan Indonesia? Dengan alasan mereka kurang dihargai di Indonesia dan memilih untuk kabur saja. Tolong…anda harus bisa mempertahankan mereka. Anda harus bisa meyakinkan kami, supaya kami juga mau berjuang untuk Indonesia. Tanpa peran rakyat Indonesia, anda tidak bisa memajukan Indonesia sendirian.

Sepertinya segini saja dulu ya… kalo saya nemu saran-saran lagi saya post lagi deh :mrgreen:


Capres lagi

Yaah, saya angkat bicara di sini karena banyak yang bicara tentang capres sih…hahaks 😆 Jujur, sebenarnya saya tidak terlalu tertarik dengan pemilu capres ini. Sudah ilfil sih, hoho.  Paling yaah gitu-gitu saja. Mau milih yang mana juga bingung. Lah wong semuanya senada, hoho. Gaya berpolitik di Indonesia itu pada intinya sama. Karena gaya organisasinya pun secara basicly sama. Cuma beda tema saja. Ada yang mengusung agama, seni, militer, dll. Contoh paling simpel ya, budaya yang paliiinggg melekat di dunia per-organisasian Indonesia. Kalau rapat, selaluuu lama. Ngomongin apa aja coba 😆 Masa setiap “kata” dibahas. Dan kalau rapat mintanya di tempat yang mewah. Ada konsumsinya juga enak. Katanya sih untuk menghargai rapatnya, hoho. Kalau rapat doang, no realitation ya percuma lah. Contoh lain lagi lah…orang yang paling dekat dengan pimpinan, dia akan mempunyai jabatan spesial. Dimana-mana seperti itu. Meskipun tidak punya potensi asal dipercaya oleh orang-orang atasan, pasti deh akan memegang jabatan yang tinggi. Makanya gak heran kan banyak orang yang berbaik-baik pada orang yang punya kedudukan :mrgreen: Sebentar-sebentar, jangan-jangan ini yang menyebabkan semua orang baik hanya pada orang yang berkedudukan tinggi dan jutek sama yang berkedudukan rendah? Lalu…oiya, saya ingat satu hal lagi. Ciri khas gaya politik Indonesia itu suka ngomong muter-muter keliling amerika, arab, spanyol…baru nanti menjawab pertanyaan inti, hoho. Tapi kadang ada juga yang malah tidak menjawab, hahaks. Mungkin karena keasikan keliling-keliling kali ya :mrgreen:

Sebenarnya yang ingin saya share di sini itu… ada beberapa cerita dari hasil blogwalking saya tentang capres. Cerita-nya unik-unik 😀 Mudah-mudahan bisa jadi inspirasi untuk para capres-capres, hohoho.

Sinopsis cerita pertama

Ketika melihat debat capres atau talk show mengenai capres, kadang (atau banyak ya?) ada capres yang mengaku-ngaku bahwa keberhasilan negara adalah jasanya. Hmm, ada persamaan dengan cerita Khalil Gibran sepertinya. Jadi kalau cerita Khalil Gibran, ada seorang raja yang membangun sebuah jembatan dan menuliskan, “Jembatan ini dibangun oleh Raja Antioch II”. Namun ada seseorang yang menutup tulisan tersebut dan mengantinya dengan tulisan yang intinya itu  adalah hasil jerih payah budak-budak Raja Antioch II. Bagaimana kelanjutannya?… silakan baca di link ini 😉 

Sinopsis cerita kedua

Ada salah satu pertanyaan untuk capres di tipi. “Bagaimana caranya menyatukan bangsa Indonesia yg bermacam suku, agama, budaya, wilayah, dll agar tidak terjadi perpecahan ataupun konflik horisontal?”. Bisa ditebak lah jawaban capres itu. Paling-paling ujung-ujungnya akan membahas tentang masalah ekonomi (menyampaikan masalah, tapi belum menyampaikan solusi kongkritnya apa). Jika anda yang akan menjadi capres dan diberi pertanyaan seperti itu (Bagaimana caranya menyatukan bangsa Indonesia?). Apakah yang akan anda jawab? Apakah anda akan menganalogikan dengan permainan sepak bola kah? Atau anda akan mejawab dengan jawaban normatif seperti menyinggung tentang koruptor, kemiskinan, dan kebodohan?… untuk selengkapnya, silakan baca di sini 😉

Nah, sekian dulu sharing tentang capresnya. Mudah-mudahan saya tidak sering-sering memposting hal seperti ini, hoho :mrgreen:

Maap jika ada kata-kata yang salah


Organisasi Mahasiswa

Hmm, saya ingin membandingkan sedikit organisasi mahasiswa (ormawa) yang ada di Indonesia dan di Korea, yaah… perbandingannya hanya yang di kampus saya saja sih, hehe.

Setelah saya melakukan pengamatan di kampus saya yang sekarang ini (meskipun saya bukan mahasiswa undergraduate, tapi saya sering dicritain temen-temen yang almost all undergraduate) , saya kok merasakan ada perbedaan antara ormawa di Indonesia dan Korea. Beda dari segi sistemnya. Di Indonesia, semua adalah politik. Fiuuh, cabe deh. Gak organisasi politik, agama, bahkan organisasi yang lebih fokus lagi (biologi misalnya)…semua pakai politik. Entah apa yang sebenarnya mereka pikirkan. Inilah yang membuat saya kurang begitu suka terjun ke organisasi. Padahal saya sudah memilih organisasi yang sesuai bidang saya, tapi nuansa politik lebih kental dibanding bidang yang kami geluti, ironis…hahaks 😆 Inilah yang membuat saya selalu berpikiran kontras dengan teman-teman yang bergelut di bidang politik, dan akhir kata…kami pun berdebat. Fiuuh, buang energi 😦

Beda dengan di sini. Kalau saya lihat kok mereka happy-happy saja ya? Gak ada itu mikir politik sampai ada rapat tertutup atau apalah itu. Malah mereka berlomba-lomba mengajukan program, membuat proposal ke universitas yang nantinya bisa liburan ke luar negeri kayak sekarang ini…hahaks. Menyenangkan kan? Coba dari sekilas itu saja kita bandingkan. Yup, 180 degree. Organisasi mereka memang benar-benar fokus di bidang mereka. Misalnya saja organisasi agama (karena di sini banyak organisasi kristen). Mereka membuat program salah satunya tenaga sukarela di Nepal, atau tiap hari ada nyanyi bareng (baca : berdoa) di base-camp mereka, ke gereja bareng, biasanya langsung terjun ke masyarakat yang memang goal mereka adalah menarik massa supaya mengikuti paham dia, hohoho. Ada juga organisasi bunga di department saya. Jadi kegiatannya ya menanam bunga, merawat bunga, menjual bunga (biasanya dijual pas ada acara universitas), ikut proyek prof. Jadi meskipun pulang sampai malam-malam, ya gak ada pihak kampus yang melarang. Lah, kan di situ ga ada gerakan semacam gerakan kudeta gitu, wekeke (devil). Bahkan bentar lagi mereka mau ke Vietnam untuk study banding soal bunga-bunga itu… Wuaaah 🙂 Pokoknya isinya seneng-seneng aja lah. Mereka ikut organisasi untuk bersenang-senang. Refreshing setelah seharian ada kelas dan belajar. Jadi sore-nya sampai malem ya biasanya mereka nongkrong di organisasi atau lab. Kalau pengen agak bersenang-senang ya pergi bareng-bareng ke downtown, makan malam sama-sama, dan minum-minum, hoho (kalo yang ini jangan ditiru). Jadi ikut organisasi benar-benar sebagai ngisi waktu luang, untuk refreshing.

Pengen rasanya orwana di Indonesia seperti itu. Jangan kebanyakan politiknya, tidak baik untuk kesehatan jiwa dan pikiran, wekeke (devil). Oke, saya akui politik memang perlu. Tapi jangan berlebihan. Di Indonesia saat ini saya rasa sudah sangat berlebih dan jenuh politik. Coba lihat saja, apapun dipolitikkan. Mulai urusan negara, kedudukan, mencari kerjaan, bahkan agama (astaghfirullah 😦  ). Mungkin..dengan terjun di politik, uang yang didapat lebih banyak kali ya, hoho.. (emang). Gimana kehidupan sehari-hari gak lepas dari politik, laah sejak mahasiswa diajarin berpolitik dari segala aspek gitu, hahaks. Generasi muda dicekoki yang namanya politik. So, sekarang ya sudah seperti mendarah daging. Politik is number one. Oh, no… 😦 susyah dah