~ A Whole New World…


politik dunia (lagi)

Hmm~ saya tidak bisa berkomentar banyak tentang ini… karena saya juga sebenernya agak takut sama efeknya. Karena bagi penduduk primitif yang memberitahukan famili-nya baik melalui telepon, chat… agen dari mereka akan melacaknya dan famili tersebut akan ditangkap dan mungkin akan dibunuh. Di negara tersebut akses youtobe, facebook… di block. jadi penduduk primitif tidak bisa mengetahui tayangan youtobe yang akan saya share. Yang paling menyedihkan adalah… lagi2 ada deskriminasi muslim di sini. Tidak boleh sholat, tidak boleh mengikuti ramadhan… jadi sekarang saya paham mengapa meskipun mereka muslim tetapi tidak bisa mengikuti ritual muslim. Jadi inget jaman PKI di Indonesia~

Smoga Alloh SWT memberikan yang terbaik untuk mereka… amin

Ternyata berita ini juga uda nyampe di Indonesia…

 

Ini tentang pelacakan telpon selular~ saya tidak tau ini ada kaitannya dengan politik mereka itu

Advertisements

promosi dari nepal

Di kampus ini uda makin banyak foreigner studentnya~~ horeei..! ^^ Tahun ini ada cowo dari nepal, dia temen se-asrama sama ubet. Entah kenapa~akhir2 ini dia kalo dateng ke lab jadi bawa makanan2 dari nepal. haha. saya tunjukkan ya~

Ini katanya manisan buah (smacam dry food). Dan katanya buahnya itu hanya ada di nepal. Really?

Kalo yang ini namanya “yak”. Katanya si keju dari nepal. Saya nyoba satu. Wuih… keras banget. Ga leleh2. Kayak plastik.. hahaha. Setengah jam di mulut pun ga meleleh2. aneh dah. hahahaha


Heal the world ~children’s smile, world’s smile~

Heal the world
Make it a better place
For you and for me and the entire human race
There are people dying
If you care enough for the living
Make a better place for
You and for me

(by : alm. Mikaeel Jackson)

Lagu inilah yang membuat saya miris jika ada perang di belahan dunia bagian mana pun. Lagu ini yang membuat saya lebih peduli pada anak-anak generasi mendatang. Lagu ini pula yang membuat saya ingin dunia menjadi damai. Semoga tidak akan ada lagi tangisan anak-anak karena bencana & perang, Semoga anak-anak tetap memberikan senyumnya untuk dunia 🙂

~ thx jacko sudah membuat lagu yg indah untuk dunia, gud bye king of pop


Backpacker-an

Kalau saya pribadi sih…sudah biasa seperti backpacker-an gini. Tapi kadang ada pihak-pihak tertentu yang tidak mengijinkan saya, hihi. Yah, tentu alasan karena saya itu cewe…muslimah pula…jadi kesannya gak pantes backpacker-an. Hmm, ada benar-nya juga kali ya. Kan untuk mem-protect diri kita juga. Gimana coba kalo ada apa-apa hayo? hoho. Yang jelas backpacker-an itu harus siap susah. Kalau gak punya uang…harus siap menggelandang, hoho. Kalau yang saya tahu…dari cerita lab-mate soal backpacker-an itu (soalnya lab-mate saya pernah backpacker-an di australia), kita harus benar-benar hemat. Lah, kemana-mana jalan kaki. Udah gitu nginepnya memang ada khusus penginapan untuk para backpacker. Tempatnya semacam hostel gitu. Jadi satu ruangan ada ber-10 orang, dimana cewe sama cowo gabung. Tapi kalo backpacker-an gitu, mereka gak akan macem-macem, meskipun malamnya habis pesta minum alkohol. Kata teman saya, mereka ke-capean, jadi ga mungkin mikir aneh2. Tapi serem juga bagi kita yang muslimah, bukan muhrim bok, hoho.

Berikut adalah link-link untuk para backpacker :

Oke, saya coba share sedikit pengalaman backpacker saya. Saya cerita pengalaman saya yang berkesan saja ya 😛 Dulu sewaktu jadi mahasiswa s1, saya pernah backpacker-an ke Jogja. Waktu itu alasannya karena disuruh nganter sampel dosen ke salah satu univ di Jogja. Karena itu mendadak sekali, so saya dalam kondisi keterbatasan uang, hoho. Jadi saya memutuskan untuk backpacker-an saja. Waktu saya berangkat pun pas bertepatan dengan hari pertama puasa ramadhan. Jadi saya berpikiran untuk tidur di masjid saja. Alasan di masjid, karena di masjid pasti ramai. Banyak orang yang ngaji semalam suntuk. Dan dapat ta’jil gratis tentunya, kan saya musafir, hoho. Tapi ternyata..di depan stasiun Tugu-Jogja, banyak sekali hotel kecil-kecil, dan pas saya tanya harganya… double bed 75.000 rupiah. Alhamdulillah, saya tidak jadi tidur di masjid (sebenarnya sebelum brangkat pihak keluarga dan teman menasehati supaya tidur di penginapan saja, hihi). Tapi kok saya pilih doble? Memang saya perginya berdua sama teman saya, cewe..hahaks 😆 . Setelah selesai urusan antar sampel, kami pun berkeliling Jogja dengan peta se-adanya (baru dibuatkan teman yang kuliah di univ tersebut 😛 ). Sempat ada adegan nyasar juga sih…habisnya terlalu menikmati pemandangan, jadi lupa menghapal jalan, hahaks. Ingat, para backpacker harus selalu siap siaga dalam mengamati jalan, hoho. Untuk transport dalam kota Jogja…kami cuma naik bis kota 2 kali, lalu naik becak keliling Malioboro dan keraton dari jam 3:30pm sampai 8:30pm cuma 10.000 rupiah. Untuk makan, naah..awalnya ya itu tadi..mau mengandalkan ta’jil masjid. Laah, kok kami telat..duduls (doh) 😆 so andalan kami fast-food deh, hahaks. Sebaiknya para backpacker makannya fast-food saja. Karena dijamin murah.  Karena biasanya kalau tau kita merantau, kadang para pemilik warung memukul harga jadi sangat mahal, hahaks..kapok daah 😆 kecuali kalau cari makan di area kampus. Pasti itu murah.

Kedua pengalaman backpacker saya ke Bandung, hoho. Kalau yang ini…gak terlalu backpacker-backpacker banget sih. Karena saya punya teman di sana, jadi gak seberapa menderita, hahaks. Tips untuk para backpacker lagi, kalau tidak ingin terlalu menderita dan pengeluaran juga tidak terlalu banyak…usahakan cari teman yang mau menampung kita, hoho. Tapi kalau saya masih sempat menginap di penginapan sih. Penginapan di pedalaman Bandung…aduh, brapa ya…kok saya jadi lupa 😛 Apa 50.000 rupiah per malam ya? hoho, lupa ah. Yang jelas murah banget. Meski fasilitas cuma tempat tidur dan meja kecil saja. Tapi memang perlunya cuma tidur saja kan? hehe. Kelemahannya adalah…rawan cowok (karena posisi kita cewe). Jadi cowo berkeliaran seenaknya gitu. Kamar mandinya pun umum yang gantian sama cowo. Hoho, serem. Di Jogja juga seperti itu. Yah, memang seperti ini kali ya resiko penginapan murah. Kalau transport…ya itu tadi, karena ada teman…ya gratis deh :mrgreen: Untuk makanan..lumayan murah, karena saya tinggalnya di area kampus.

Ketiga backpacker-an di Surabaya. Setelah saya tidak punya tempat tinggal di Surabaya, kalau main-main ke sana saya berasa backpacker-an. Karena saya juga benar-benar tidak tau dimana saya akan tidur untuk hari ini dan selanjutnya, hoho. Biasanya sih nomaden alias berpindah-pindah dari kos teman yang satu ke kos teman yang lain (untungnya teman-teman saya baik-baik 🙂 ). Tiap hari saya pun harus membawa tas backpacker saya kemana-mana. Dan biasanya saya titipkan tas saya di kampus, hoho. Kalau urusan makan…yaah murah lah. Saya kan di area kampus, hehe.

Itulah beberapa pengalaman backpacker saya. Dan weekend ini, saya akan memulai petualangan backpacker saya kembali 8) Kali ini tantanganya lumayan juga sih 😛 Roaming bahasa, roaming arah, rawan nyasar (ini the first time soalnya dan sendirian, hoho) 😆 Yup, saya akan ke Seoul. Saya mau jenguk mbak yang baru melahirkan dan extend my passport. Awalnya rencana saya mau nginep di masjid Seoul. Laah, kok ada mbak-mbak berbaik hati yang menawarkan untuk menginap di rumahnya 😀 Tapi dengan syarat…di sana saya jadi tenaga sukarelawan. Mbaknya lagi butuh bantuan, hahaks.  Bismillah aja lah 🙂


How amazing language

Subhanallah, bahasa itu memang benar-benar wonderfull sekali. Hanya karena kita roaming bahasa, kita gak akan bisa komunikasi. Contoh terdekat ya saya ini. Meskipun soal ilmu, InsyaAllah bisa bersaing dengan orang Korea…tapi hanya karena bahasa (mereka kurang bisa English dan saya tidak bisa Korean), ilmu saya tidak bisa tersampaikan…ilmu mereka tidak bisa terserap dengan baik 😥 Makanya saya dipaksa untuk bisa bahasa Korea oleh pak Prof dan keadaan, hiks. Saya baru terkagum-kagum dengan bahasa, saat ayah datang ke Korea untuk seminar beberapa waktu yang lalu. Untung saja ayah bisa bahasa Jepang, dan untung pula para prof bisa bahasa Jepang. So mereka tidak roaming bahasa dan bisa berkomunikasi dengan baik..alhamdulillah 🙂 Di sini, saya juga banyak menemui mahasiswa asing, dari Jepang, China, Mongolia, Filiphine. Mereka punya bahasa masing-masing. Tapi kita disatukan karena adanya persamaan bahasa yaitu Korean dan English. Subhanallah 🙂

Saya dan ibu pernah bertanya-tanya. Sebenarnya bahasa itu darimana ya? Kok bahasa bisa banyak sekali? Dan ternyata Subhanallah, itu semua dari Allah 🙂 Jadi di dalam Islam, Al-Quran telah menjelaskan, Nabi Adam AS diajari Allah SWT tentang nama-nama semuanya.

“Dan Dia mengajarkan kepada Adam nama-nama (benda-benda) seluruhnya…” (QS Al-Baqarah : 31)

Sebenarnya perlu enggak sih belajar bahasa macam-macam itu? Hmm, kalau menurut saya sih perlu, utamanya dalam proses diplomasi, hoho. Karena dengan kita bisa bahasa macam-macam utamanya negara maju, setidaknya kita bisa melalukan diplomasi ke berbagai negara. English…of course perlu lah. Bukan untuk alasan nyari kerjaan, tapi supaya kita lebih kenal mereka dan kita tidak tertipu dengan mereka. Karena semua pentunjuk dan informasi apapun pakai English. Yang kedua, bahasa yang dipelajari adalah bahasa mandarin saja. Lihatlah oarang china hampir seluruhnya menduduki di semua negara di belahan dunia, hoho. Yah, maklum lah..mereka negara yang terpadat penduduknya pula. Mengapa mandarin itu penting? Bayangkan semua produk asing kebanyakan “made in China”. China rasanya gampang sekali memasukkan produk ke Indoensia. Nah, kita juga gak boleh kalah. Kita harus tau bagaimana strategi mereka untuk memajukan negaranya. Tentunya pendekatan untuk pengenalan budaya mereka dulu, hoho. Pantesan saja, di semester awal mahasiswa Korea itu harus belajar bahasa mandarin. Entahbumi kenapa. Yah, mungkin karena itu tadi kali…china menduduki peringkat yang tertinggi dalam hal penduduk. Jadi di negara manapun jumlah china pasti ada, hoho. Oh, iya…kalau saya tidak salah ingat…pak Karno (presiden RI) dulu pinter macam-macam bahasa ya? Wuaaah, pak Karno memang keren. Pantes saja beliau bisa berdiplomasi dengan bangsa manapun. Ya, bahasa memang penting


Salah satu potret kehidupan dunia

Tadi saya bertemu dengan Mongolia friend dan seperti selayaknya cewe-cewe kalau ketemu…kami pasti cerita banyak hal, hihi. Ternyata, kemarin dia pergi ke Seoul itu untuk menemui temannya yang sadang sakit. Pokoknya ada masalah di kepalanya dan dia minta tolong pada teman saya dari Mongolia itu untuk mencarikan orang baik yang sekiranya mau menolong dia, karena temannya itu butuh biaya banyak untuk rumah sakit.

Dan tanpa diduga-duga, temannya yang sakit tersebut kenal sama orang-orang gereja. Dia korean man dan di gereja semacam pendeta gitu. Dia orang kaya raya. Entah bagaimana, kok ya bapaknya mau membantu pembiayaan orang yang sakit itu. Butuh banyak loh, berapa milion ya?hehe..lupa. Karena orang yang sakit itu tidak bisa bahasa Korea, jadi teman saya yang dari Mongolia itu yang jadi penghubung mereka.

Cuma mau cerita itu saja sih, gak comment apa-apa, hehehe. Penting gak ya? 😳


antara jepang & korea

Teman saya, orang Korea, bercerita tentang hal-hal yang katanya sempat membuat dia kesal. Yaitu tentang fakta antara Korea dan Jepang. Berikut beberapa pertentangannya :

  1. Tentang Dokdo Island. Orang Korea bilang, pulau itu milik Korea dan mereka namakan Dokdo Island. Karena memang jarak pulau itu ke Korea lebih dekat dari pada Jepang (katanya). Tapi Orang Jepang sudah membuat nama untuk pulau itu, namanya pulau Takeshima. Sampai sekarang masih diperdebatkan itu. Berikut artikelnya.
  2. Orang-orang pikir hanbok adalah baju tradisional Jepang. Padahal bukan, itu milik Korea. Banyak orang bilang itu seperti kimono soalnya, hoho. Yah, memang budaya Korea sama Jepang hampir-hampir mirip sih. Karena emang berasal dari satu rumpun kan?
  3. Orang-orang pikir juga Samsung itu punya-nya Jepang. Padahal bukan. Itu punya korea. Produk Samsung memang terkenal dimana-mana, bahkan sampai Europe…wuih, keren 😀 Pantesan saja, gak boleh diakui negara lain, hoho
  4. Bahkan yang parah lagi katanya, orang-orang Jepang pikir BoA adalah artis Jepang. Orang Korea gak terima dong. BoA udah terkenal gitu, sampe tembus amrik segala. Artis nomero uno-nya Korea itu, hoho. Yah, mungkin karena BoA banyak menyanyikan lagu berbahasa Jepang. Lagu Every Heart-nya Inuyasha kan terkenal dimana-mana, bahkan di Jepang

Yah, begitulah… btw, ceritanya hampir mirip antara Indonesia dan Malaysia ya? hihihihi. Mungkin itu kali ya masalah yang dialami negara-negara serumpun. Budaya mereka hampir-hampir sama, so terjadi perebutan hak milik budaya deh, hoho


Bagaikan siang terus

Foto0732

Yah, beginilah kondisi di Korea sekarang. Siangnya lebih panjang sekarang. Jadi jam 3:18 am sudah subuh, sedangkan maghribnya 7:42 pm. Beuuh, untung bukan bulan Ramadhan, hahaks. Gambarannya dapat dilihat pada World Sunlight Map. Padahal saya lebih suka malam daripada siang, hehe. Pantas saja melewati satu hari rasanya lamaaa sekali, dan melewati malam rasanya cepaaat sekali. Ternyata ya memang kenyataannya seperti itu, hoho. Gambar di atas ini adalah gambar sewaktu jam 7 pm. Masih terang benderang gini kan? hahaks 😀


Suri

Hehehe, kok jadi nge-fans sama Suri gini ya? Itu lo…anaknya Katie Holmes sama Tom Cruise. Cantik banget dia… Jadi senyum-senyum sendiri kalo lihat dia, hahaks 😆

Coba bandingkan dengan gambar dibawah ini :

seyun

Mirip gak? :mrgreen: Yah, kalo dilliat bener-bener ya jelas gak mirip lah 😛 Wajah western sama oriental. Tapi coba lihatnya sekilas aja, hehe. Gambar yang kedua itu namanya 세윤 (Se yun). Dia anak Korea, kata orang Korea dia itu Korean Suri, hihihi.

Saya pernah dengar kalau di dunia ini kita punya kembaran… mungkin seperti mereka ini kali ya, hoho

Referensi : Perbandingan Suri western dan eastern :mrgreen: