Rumah impian

1 11 2009

Suatu hari.. saya berkunjung di rumah lab-mate saya. Wuaaahh, rumahnya baguuusss… dan saya memimpikan rumah seperti ini. Jadi teman saya itu rumahnya agak naik di atas bukit, dan karena kondisi itu beliau memanfaatkannya dengan menjadi farmer sayuran dan bunga. Mereka menjual teh bunga, harganya 10ribu won. Jadi katanya bunga-bunga itu berkhasiat untuk kesehatan. Bunganya bunga chrisant kmudian dikeringkan.

Berikut poto-potonya… Btw untuk calon suami saya… bangun rumah kayak gini yuuuukkkksss…. (cozy)

3273137_8e5db22eeb4c220c90f0643f24d8123f

3273137_7135b0c5d84143d22d6adec1d0451bf1

3273137_11ff94a57180efc5baba8f1a2602acbf

3273137_9a913e7874d80602943fbf275903abb1

3273137_4116968fedbb664ec85ebea714b31cd9

3273137_1f44ef1de45d2cf5748a5043b0ca3570





Autumn in Sangju

1 11 2009

Saya hanya ingin posting sedikit tentang kota saya tempat saya tinggal :D Masak saya posting kota-kota lain dan melupakan kota sendiri, hahaks. Ternyata kota tempat saya tinggal itu indah. Sangju joaheyo (= I like Sangju). Saya dan mas senior saya pernah membandingkan, setelah kami dari Seoul kemudian kembali ke Sangju… rasanya legaaaa gituuuu. Di Seoul banyak sekali orangnya, jadi sesak rasanya. Di Seoul kondisi udaranya brasa pengap, tapi di Sangju masih fresh-air. Gimana tidak, Sangju adalah kota pertanian, agriculture area (btw, ini kota apa desa ya? hehehe). Penghasil persimmon number one di Korea Selatan, penghasil apel number one di Korea Selatan… adalah dari Sangju ini. Dan masih banyak hasil pertanian dan hortikultur lain dari Sangju. Sampe di pinggir jalan itu ditanem persimmon juga lo.

IMG_9387

Well, Sangju ini mempunyai satu universitas besar… Kyungpook National University, tempat saya kuliah sekarang. Kyungpook National University itu masih TOP 10 univ bagus di Korea loooh. Tapi ya gitu, di sekitar kampus kami dikelilingi gunung-gunung dan sawah-sawah… hahaks.

IMG_9413

IMG_9357

IMG_9376

Di Sangju ternyata ada tempat bersejarah, berupa monumen… berikut adalah poto-potonya…

IMG_9406

IMG_9430

IMG_9428

IMG_9437

IMG_9404

Sekarang saya akan share photo tentang keadaan Sangju di downtown (sangju sine). Wekekeke, setelah saya liat-liat kok syepi sekali ya? Apa pas ga ada orang lewat ya? hahaks

IMG_9378

Oh iya… bagi yang suka nongkrong di kedai kopi, saya rekomendasikan tempat ter-enak kedai kopi di Sangju. Rasa kopinya lumayan lah, tempatnya pun eksotis. Namanya “Kopi Kage”  커피 가게 (kage = store). Dijual berbagai macam kopi mulai kopi korea, kopi Brazil, sampai kopi Indonesia loh! Kayaknya dulu pernah saya posting di blog ini ya? Tapi kali ini saya akan kasih gambar lebih detailnya. Kopinya murah, berkisar 3000-5000 won per-cup. Jadi yang bikin suasananya comfort adalah, suasana tempatnya yang familiar, banyak alat musiknya… pokoknya menyenangkan di situ. Sayangnya tempatnya agak sempit, jadi kalo uda penuh musti antri tempat duduk, hahaks. Dan sayangnya sering penuhnya tempat itu…hohoho. Saya sudah kenal sama ownernya. So kapan2 bisa diskon kan, hihihi.

IMG_9460

IMG_9449

IMG_9455

IMG_9451

IMG_9452

IMG_9446

Dan satu lagi yang ingin saya rekomendasikan. Toko sepatu yang baru buka di downtown :D Punya temen saya orang Filiphine. Murah ternyata. Masa kemarin saya liat spatu boot winter di Seoul itu sampe 90ribu won… lah di toko teman saya cuman 18ribu won loh. Meskipun bukan dari brand terkenal, tapi not bad laah. Setidaknya made in Korea, bukan made in China…hehehe.

IMG_9464





Apa kabar?

1 11 2009

IMG_9366

Sebelumnya… maap saya sudah jarang apdet dengan blog saya. Tentunya ada faktor lain yang membuat saya seperti ini. Salah satu diantaranya adalah, kerjaan di lab. Gila nih kerjaan… sampe-sampe saya hampir menghabiskan 14 jam saya di lab. Fiuh. Dan herannya saya sangat enjoy dengan aktipitas saya itu… hahaks. Otak saya sedang haus ilmu yang berhubungan dengan bidang saya. Selain itu, saya juga harus ngebut mendapatkan data dari proyek pak prof. Karena kalo ga dapet data, saya ga bisa ngerjain eksperimen saya sendiri. Target saya adalah, saya musti bisa submit/publikasi internasional, amin. Mohon doanya ya :D

Banyak hal yang terjadi… yang missing di blog ini. Tapi tenang saja, saya sudah abadikan di buku tertulis saya. Menurut saya buku tertulis lebih efisien saat ini. Karena tentunya bisa dibawa kemana-mana, hehehe. Sekarang ini musim gugur alias autumn, dan beberapa saat lagi autumn akan lewat dan akan berganti winter. Ini pertama kalinya bagi saya. Mudah-mudahan semuanya akan lebih indah, amin :)





To My Beloved

25 10 2009

g

Spring comes with no news of your return.
I keep looking and looking out for you,
but my heart is empty and hopeless.
The mirror I stare into so dusty stained, the sound of a geomungo flows away in the moonlight

~ Maechang, the kisaeng of Buan:
Active during the reign of King Seonjo
(1567-1608)

dari postcard yang beli di National Palace Museum of Korea





Ngobrol soal futur yuk

15 10 2009

Saudariku…
Pernahkah kita ngrasa malas untuk melakukan perbuatan baik atau beribadah?

Dan pernah juga gak, selalu merasa ragu disaat harus mengambil sebuah keputusan?

Atau… apakah saat ini kita merasa menjalani hari-hari seperti robot yang tiada memiliki ruh?

Jika jawaban dari semua pertanyaan di atas adalah “Ya”, wah wah… kayaknya nih kita harus berhati-hati. .. dan berwaspada.
Kenapa?
karena bisa jadi ada suatu penyakit yang sedang menjangkiti kita.

Tapi ini bukan penyakit sembarang penyakit lho…
Ini lebih ganas daripada flu burung, lebih mematikan dari penyakit jantung, dan, … lebih halus, alias bisa aja gak disadari gejalanya sebelom parah seperti penyakit hati, alias lever.

Nah lho, … penyakit apa gerangan?

Nama penyakitnya adalah …. eF U Te U eR alias FUTUR.

Futur itu apa sih? Yuk mari kita lihat dalam kamus :D

Futur dalam bahasa Arab artinya terputus, berhenti, malas dan lambat, setelah sebelumnya konsisten dan rajin. Futur sendiri, sebagaimana sabda Rasulullah SAW sabdakan, adalahmerupakan sifat asalnya manusia :

“Sesungguhnya bagi setiap amalan ada masa-masa rajin dan tiap-tiap masa rajin ada futur. Namun, barangsiapa yang futurnya menjurus kepada sunnahku,maka sesungguhnya ia telah memperoleh petunjuk. Barangsiapa pula yang futurnya menjurus kepada selain sunnahku, maka ia telah tersesat.” [HR.Al-Bazzar] … syerem banget kan?

Hmm, pantes ya Nabi juga pernah menegaskan, klo yang namanya keimanan kita itu selalu mengalami pasang surut. Mengalami naik turun, Paginya alim… khusyu’, rajin, eeehh kok ya sorenya bisa jadi malas, ogah, dan menjurus jadi ingkar alias kufur. Ihhh jangan sampe deh!

Dalam prakteknya, futur itu memiliki rentang gejala dari yang ringan sampai berat. Gejala futur yang berat biasanya dapat dideteksi secara cepat misalnya aja, dari penurunan kuantitas ibadah fardhu atau melakukan perbuatan-perbuatan yang diharamkan oleh Allah SWT. Namun, biasanya yang seringnya gak disadari adalah gejala futur yang ringan. Yaitu bersikap ragu-ragu atau melakukan perbuatan mubah secara berlebihan.

Sebabnya apa ya? kok menyeramkan juga nih penyakit yang satu ini?

Ohhh.. ternyata, penyebab futur ini ada beberapa hal, yaitu:

sikap berlebih2an dalam beragama, berlebihan dalam perkara yang mubah, cinta dunia, dan lengah terhadap hal yang syubhat dan dosa. Seseorang yang membebani diri melebihi kemampuannya dalam segala hal kelak dapat mengalami frustasi kejiwaan dan keimanan. Untuk itu, Rasulullah SAW telah bersabda :

“Lakukanlah amal sesuai dengan kemampuanmu karena sesungguhnya Allah tidak merasa bosan sehingga kamu sendiri merasa bosan. Sesungguhnya amalan yang paling disukai oleh Allah ialah yang dilakukan secara rutin walau pun sedikit.” [HR. Bukhari-Muslim] .

Penyebab lain dari futur adalah berlebihan dalam perkara yang mubah. Salah satu contoh berlebihan adalah dalam hal makan. Meskipun makan merupakan satu keharusan, tetapi jika berlebihan dapat menyebabkan bobot tubuh bertambah hingga akhirnya sulit untuk beraktivitas termasuk beribadah.

Yahya bin Mu’adz Ar-Razi rahimahullah berkata:

1. Barangsiapa selalu kenyang perutnya, maka banyak dagingnya.
2. Barangsiapa banyak dagingnya, maka besar syahwatnya.
3. Barangsiapa besar syahwatnya, makaa banyak dosanya.
4. Barangsiapa banyak dosanya, maka keras hatinya.
5. Barangsiapa keras hatinya, maka ia akan tenggelam dalam lautan kenistaan dan kemewahan dunia.

Selain itu, cinta kepada dunia juga dapat menyebabkan seseorang terjangkit penyakit futur. Sikap cinta dunia akan berpengaruh sangat besar dan mendalam hingga pada kulminasinya dapat membuat jiwa menjadi lemah. Ini bisa jadi pintu bagi syaithan untuk memasuki jiwa orang-orang yang beriman.

Hal lain yang juga kerap tidak disadari sebagai penyebab dari futur adalah lengah terhadap perkara syubhat dan dosa. Manusia dalam tiap episode kehidupannya pasti akan dapat melakukan khilaf dan dosa, tapi sekali-kali jangan melakukan sikap toleransi terhadapnya. Jika hal ini terjadi maka implikasinya adalah penurunan semangat hingga akhirnya terjadi futur.

Meskipun futur merupakan perkara yang lumrah terjadi pada seorang manusia, tetapi tetap saja futur harus bisa ditanggulangi dengan cepat dan tepat.

Hal yang utama untuk dilakukan adalah dengan cara menjauhi tiap delik perbuatan maksiat yang kecil apalagi yang besar.
Berusaha menjaga ibadah rutin di waktu siang dan malam serta menjauhi sikap berlebihan dalam hal yang mubah. Jangan pernah menganggap sepele dosa – dosa kecil, karena justru biasanya kita tersandung juga disebabkan oleh batu yang kecil.

Biar bagaimanapun, agar futur dapat ditangani secara benar, seseorang harus segera menyadari jika dirinya telah terserang penyakit futur. Apabila ia tidak menyadari bahwa dirinya sedang terjangkit futur, maka ia juga tidak akan segera bertindak untuk mengatasi futur tersebut.

Semoga Allah SWT selalu menjaga tiap hidayah yang telah diberikanNya pada kita dan menjauhi kita dari penyakit futur. Amin Ya Rabb.

Sebelum ditutup, sejenak yuk kita merenung…
bait – bait syair yang saya cuplik dari dudung.net, …

SAYA INI SEDANG FUTUR

saya ini sedang futur
baca qur’an enggan, nonton tv doyan
baca qur’an nggak berkesan, nonton sinetron dan cek & ricek malah
ketagihan
nonton bolapun ngga pernah keinggalan

saya ini sedang futur
jarang baca buku dan majalah islam
lagi demen baca komik sinchan dan detektif conan

saya ini sedang kalah
perhatikan sikap saya
yang mudah menyerah dan putu asa
yang inisiatifnya lemah cuma bisa nunggu perintah
yang mudah marah belum bisa ramah
yang merasa tidak dibutuhkan karena kurang mendaat perhatian

saya ini sedang ftur
hanya bisa berkata tanpa bisa membuktikan
hanya bisa berjanji tanpa usaha menepati

saya ini sedang futur
tak lagi pandai menjaga pandangan
sering curi-curi pandang
MUDAH TERSERANG VIRUS CINTA
apalagi sama PARTNER DAKWAH SAYA
akhirnya meupakan hakikat cinta yang sebenarnya

saya ini sedang futur
walau takut azab, tak pernah sekali terisak
malah senangnya terbahak

saya ini sedang futur
malas berdoa
maunya pasrah tanpa usaha

saya ini sedang fuur
lihat perus saya makin membuncit
karena junkfood serta pangsit

saya ini sedang futur
tak lagi pandai bersyukur
sudah mulai tidak jujur
senang disanjung dikritik murung

saya ini sedang futur
malas ngurusin keluarga
rajin menggunjing keluarga
sedikit sekali muhasabah
senang sekali menggibah

YA ….. SAYA INI SEDANG FUTUR

YA ALLAH , DZAT YANG MAHA MEMBOLAK-BALIKAN HATI,
DAN PENGLIHATAN , TETAPKANLAH HATIKU DIATAS AGAMAMU
YA ALLAH, SESUNGGUHNYA AKU BERLINDUNG KEPADA-MU
DARI KELEMAHAN DAN KEMALASAN DARI SIKAP PENGECUT TUA RENTA DAN KIKIR.

YA ALLAH, AKU BERLINDUNG KEPADAMU DARI SIKSA KUBUR DAN DARI FITNAH WAKTU HIDUP ATAUPUN KETIKA MATI.

YA ALLAH JADIKANLAH AMALANKU ADALAH KARENA ENGAKU,
JANGAN JADIKAN IA KARENA SESEORANG… ……

Wallahu’alam bishshowab-


Deasy Rosalina, DDS

weblog : http://drosalina. blogspot. com





Penghalang-Penghalang dalam Menuntut Ilmu

15 10 2009

Ilmu adalah cahaya yang dikaruniakan Allah kepada manusia. Tidak diragukan lagi kedudukan orang yang berilmu disisi Allah adalah lebih tinggi beberapa derajat. Hanya orang-orang yang berilmu & berakal lah manusia dapat memahami kebesaran Allah melalui penciptaan alam semesta beserta segala isinya.

Demikian mulia kedudukan orang yang berilmu sehingga Rasulullah meriwayatkan dalam sebuah hadis :

“Barangsiapa yang berjalan menuntut ilmu maka Allah mudahkan jalannya menuju syurga. Sesungguhnya malaikat akan membuka sayapnya untuk orang yang menuntut ilmu karena ridha dengan apa yang mereka lakukan. Dan sesungguhnya seorang yang mengajarkan kebaikan akan dimohonkan ampun oleh makhluk yang ada di langit maupun di bumi hingga ikan yang berada di air. Sesungguhnya keutamaan orang alim atas ahli ibadah seperti keutamaan bulan di atas seluruh bintang. Sesungguhnya para ulama itu pewaris para Nabi. Dan sesungguhnya para Nabi tidak mewariskan dinar, tidak juga dirham, Yang mereka wariskan hanyalah ilmu. Dan barangsiapa yangmengambil ilmu itu, maka sungguh, ia telah mendapatkan bahgian yang paling banyak. (1)

Siapa kah orang yang tidak mau di doakan oleh malaikat dan makhluk-makhluk Allah yang ada di bumi?? Sungguh hal tersebut adalah suatu kemuliaan yang besar.

Seperti kata pepatah “No pain, no gain” (tidak ada yang akan kita dapatkan tanpa pengorbanan) , maka untuk mencapai kemuliaan yang bernama ilmu itu pasti ada cubaan yang harus kita hadapi.

Berikut ini adalah beberapa hal yang dapat menghalangi sampainya kemuliaan ilmu kepada seseorang :

1. Niat yang rosak

Niat adalah dasar dan rukun amal. Apabila niat itu rusak maka rusaklah seluruh amalannya. Sebagaimana sabda Rasulullah “Amal itu tergantug niatnya, dan seseorang akan mendapatkan apa yang diniatkan…” (2)

Imam Malik bin Dinar (wafat th.130 H) rahimahullah mengatakan,”Barangsi apa mencari ilmu bukan karena Allah Ta’ala maka ilmu itu akan menolaknya hingga ia dicari hanya karena Allah.”

2. Ingin Terkenal dan Ingin Tampil

Coba kita ingat mungkin terkadang saat kita belajar terbersit di hati kita “Supaya jadi rangking 1 atau jadi juara umum dan dikenal orang?? Ya, ingin terkenal dan ingin tampil adalah penyakit kronik. Tidak seorang pun yang bisa selamat darinya kecuali orang-orang yang dijaga oleh Allah Subhana Wa Ta’ala. Hal itu lebih dikenal dengan sebutan riya. Rasulullah sangat mengkhawatirkan adanya penykit ini pada umatnya. Karena seringkali penyakit itu halus hingga muncul tanpa kita sadari, hingga Rasulullah mengibaratkan bahwa penyakit riya itu seperti semut hitam, di batu hitam pada malam yang gelap. Bayangkan, hampir tak kelihatan kan?? So, be careful.

Rasulullah bersabda,”….sesuatu yang paling aku takutkan menimpa kalian adalah kesyirikan dan syahwat tersembunyi.” (3)

Mahmud bin Ar-Rabi berkata : “syahwat yang tersembunyi maksudnya adalah seseorang ingin / senang apabila kebaikannya dipuji oleh orang lain. Hendaknya kita behati-hati terhadap penyakit ini, karena Allah memperingatkan dalam sebuah hadis yang disampaikan oleh Rasulullah Salallahu’alaihi Wassallam :

“Barangsiapa yang menyiarkan amalnya, maka Allah akan menyiarkan aibnya. Dan banrangsiapa yang beramal karena riya maka Allah akan membuka niatnya di hadapan manusia pada hari kiamat.” (4) Naudzubillahi mindzalik.

3. Lalai Menghadiri Majlis Ilmu

Jika kita tidak memanfaatkan majlis ilmu yang dibentuk dan pelajaran yang disampaikan, niscaya kita akan gigit jari sepenuh penyesalan. Kalau kebaikan yang ada di majlis ilmu hanya berupa ketenangan dan rahmat Allah yang meliputi mereka, maka dua alasan itu saja seharusnya sudah cukup sebagai pendorong untuk menghadirinya. Apalagi jika seseorang mengetahui bahwa orang yang menghadiri majlis ilmu –insyaAllah- mendapatkan dua keberuntungan, yaitu ilmu yang bermanfaat dan ganjaran pahala di akhirat!

4. Beralasan dengan banyaknya kesibukan

Alasan ini seringkali dijadikan syaitan sebagai alasan menjadi penghalang dalam menuntut ilmu. Coba dihitung, Allah memberikan kita 24 jam, 8 jam untuk bekerja, 8 jam untuk istirihat, masih ada 8 jam lagi… apa yang selama ini telah kita lakukan untuk memanfaatkan sisa waktu itu?

5. Menyia-nyiakan kesempatan belajar di waktu kecil

Allah Ta’ala berfirman : ”Dan beribadahlah kepada Rabb-mu hingga datangnya kematian.” (QS.Al-Hijr : 99)

Karena itu, mari kita semua para remaja, maupun orang tua, laki-laki maupun wanita, kita bertaubat pada Allah Ta’ala atas apa yang telah luput dan berlalu. Sekarang, kita mulai menuntut ilmu, menghadiri majlis ta’lim, belajar dengan benar dan sungguh-sungguh dan menggunakan kesempatan sebaik-baiknya sebelum ajal tiba.

Ketika ditanya pada Imam Ahmad, ”Sampai kapankah seseorang harus menuntut ilmu?” Beliau pun menjawab ”sampai meninggal dunia.”

6. Bosan dalam menuntut ilmu

Diantara penghalang menuntut ilmu adalah merasa bosan dan beralasan dengan berkonsentrasi mengikuti peristiwa yang sedang terjadi. Ilmu yang kita cari seharusnya mendorong kita untuk mengetahui keadaan kita sendiri. Kita tidak akan bisa mengatasi berbagai masalah dan musibah yang menimpa kecuali dengan meletakkannya pada timbangan syariat. Seorang penyair mengatakan : ” Syariat adalah timbangan semua permasalahan dan saksi atas akar masalah dan pokoknya” (5)

Bosan itu adalah penyakit. Tidaklah Allah menurunkan suatu penyakit melainkan ada obatnya. Tidaklah musibah terjadi melainkan ada penyelesaiannya dalam Al-Qur’an dan Sunnah. Oleh karena itu, kita harus melawan rasa bosan yang terkadang timbul saat kita belajar. Belajarlah sampai Anda mendapatkan nikmatnya ilmu.

7. Menilai Baik Diri Sendiri

Maksudnya adalah merasa bangga apabila dipuji dan merasa senang apabila mendengar orang lain memujinya. Allah TA’ala berfirman : ”Maka janganlah kamu merasa dirimu suci. Dialah yang paling mengetahui tentang orang yang bertakwa.” (QS. An-Najm : 32)

8. Tidak Mengamalkan Ilmu

Tidak Mengamalkan Ilmu merupakan salah satu sebab hilangnya keberkahan ilmu. Allah Ta’ala benar-benar mencela orang yang melakukan ini dalam firmanNya : ”Hai orang-orang yang beriman, mengapa kamu mengatakan hal yang tidak kamu perbuat. Amat besar kebencian Allah bahwa kamu mengatakan apa saja yang tidak kamu kerjakan (QS.Ash-Shaff : 3)

9. Putus Asa dan Rendah Diri

Allah berfirman : “Dan Allah mengeluarkankamu dari perut ibumu dalam keadaan tidak mengetahui sesuatu pun dan Dia memberi kamu pendengaran, penglihatan dan hati agar kamu bersyukur.” (QS. An-Nahl : 78)

Putus Asa dan Rendah Diri adalah salah satu penghalang ilmu. Semua manusia diciptakan dalam keadaan sama yang tidak mengetahui sesuatu pun. Jangan merasa rendah diri dengan lemahnya kemampuan menghafal, lambat membaca atau cepat lupa. Selain itu menjauhi maksiat adalah sebab paling utama dalam menguatkan hafalan dan memperoleh ilmu.

10. Terbiasa Menunda-Nunda

Yusuf bin Asbath rahimahullah mengatakan : ”Muhammad bin samurah pernah menulis surat kepadaku sebagai berikut : ” Wahai saudaraku janganlah sifat menunda-nunda menguasai jiwamu dan tertanam di hatimu karena ia membuat lesu dan merusak hati. Ia memendekkan umur kita, sedangkan ajal segera tiba… Bangkitlah dari tidurmu dan sadarlah dari kelalaianmu! Ingatlah apa yang telah engkau kerjakan, engkau perlekehkan, engkau sia-siakan, engkau hasilkan dan apa yang telah engkau lakukan. Sungguh semua itu akan dicatat dan dihisab sehingga seolah-olah engkau terkejut dengannya dan engkau sadar dengan apa yang telah engkau lakukan, atau menyesali apa yang telah engkau sia-siakan.” (6)

11. Tergesa-gesa ingin memetik buah ilmu

Seorang penuntut ilmu tidak boleh tergesa-gesa dalam usahanya memperoleh ilmu, karena belajar adalah proses seumur hidup. Terutama yang berkaitan dalam masalah agama tidak cukup dilakukan dalam waktu satu atau dua tahun belajar.Imam Yahya bin Abi Katsir rahimahullah mengatakan,”Ilmu tidak bisa diperoleh dengan tubuh yang dimanjakan”

Imam Ibnu Madini rahimahullah mengatakan,”Dikataka n kepada Imam As-Sya’bi ’Darimana Anda peroleh semua ilmu ini?’ Beliau menjawab,’Dengan tidak bergantung pada manusia, menjelajahi berbagai negeri, bersabar seperti sabarnya benda mati, dan berpagi-pagi mencarinya seperti pagi-paginya burung gagak.”

Disarikan dari : Menuntut Ilmu Jalan Menuju Syurga, karya Yazid bin Abdul Qadir Jawas (Pustaka At-Takwa : 1428 H)

Catatan Kaki:

Hadist Shahih, diriwayatkan oleh ahmad, abu Dawud, attirmidzi, Ibnu Majjah dan Ibnu Hibban [1]
hadist shahih riwayat Al-Bukhari [2]
hadist shahih riwayat Thabrani [3]
HR.Bukhari-shahih [4]
Ishlaahul Masaajid minal Bida’ wal Awaa’id hal.110, karya al-Allamah Muhammad bin Jamaluddin al-Qasimi rahimahullah [5]
dari Iqtida al-Ilmi al’amal [6]

~ Postingan milis dari mba Sri Murniasih ~





Pasrahkan semua mimpimu…

27 09 2009

Ah, kenapa saya baru menyadarinya? Ini sudah terlalu jauh. Saya salah. Sekali lagi saya bersalah dalam hal ini. Maaf. Ternyata saya masih belum siap. Saya belum siap mewujudkan mimpi-mimpi saya. Tugas saya sekarang adalah mempersiapkan mimpi-mimpi saya. Seharusnya saya pasrahkan semua mimpi-mimpi saya dan saya raih mimpi saya dengan tangan saya. Bukannya berharap pada seseorang untuk mewujudkan mimpi-mimpi saya. Saya lupa, saya khilaf. Dunia dan alam semesta ini ada yang memiliki. Saya hanya pinjam. Bahkan saya pun tidak berhak atas diri saya dan mimpi saya. Semua itu sudah diataur dan ada yang mengatur. Ya, saya akan meluruskan ini semua. Meluruskan niat saya. Semoga saya bisa dan tidak lagi membuat hal-hal mengecewakan berbagai pihak.





Saya ingin menghilang

27 09 2009

Menghilang dari keadaan…
Menghilang dari ketidak berdayaan…
Menghilang dari perasaan…

Tolong ingatkan, cinta itu hanya milik-Nya
dan hanya untuk-Nya
bukan untuk siapa-siapa…

tapi kenapa cinta tercipta?
apa hanya untuk menggoda saja?
itu sama saja jika kita bertanya,
kenapa nafsu itu ada
kau sudah tau kan jawabannya…





Belajar menjadi ibu rumah tangga

20 09 2009

Hmm…. saya jadi kepikiran dengan petuah salah satu mba yang bilang kalo, “Sebaiknya kamu tinggal di apate aja deh, daripada di dorm.” Alasan utama sih biar ga bisa makan halal dengan leluasa karena kita bisa masak sesuka kita. Alasan lain…. gimana-gimana nantinya saya akan berumah tangga. Yah, setidaknya training jadi house-wife plus wanita karir lah. Jadi tiap pagi musti blanja, masak… jadi bisa ngatur waktu antara rumah dan kantor (baca : lab). Agak ribets emang, hehehe. Biasanya di dorm saya uda skalian makan karena makanan disiapkeun di dorm, lah kalo tinggal di apate… mau ga mau, kalo mau makan ya masak. Wakakaka. Selain itu kita juga akan belajar gimana cara merawat rumah, bayar rumah, bayar gas, bayar air…. setidaknya bisa lah me-manage keuangan rumah tangga. Kalo dipikir dari aspek begitu… saya setujuh sekalih. Tapi… masalahnya adalah… setelah dihitung-hitung, kok lebih murah tinggal di dorm ya? hehehe. Di dorm itu untuk 1 semester saya cuman bayar 250.000 won karena saya dapet diskon 50%. Itu uda termasuk makan, dan ga pake transport karena dorm kan masih area kampus… jadi tinggal jalan aja. Beda halnya dengan tinggal di apate. Saya masih harus blanja, bayar uang apate, bayar uang transport karena apate ato one room hanya ada di downtown. Belum lagi bayar listrik, gas, internet… blon lagi kalo itu kosongan jadi musti beli mesin cuci, lemari es, dll… Duit saya sih cukup aja. Tapi saya jadi ga bisa nabung dong :( Bisa sih nabung…. dikiiiitt bgt. Padahal impian saya banyak sekali. Dari mana saya dapet uang kalo saya ga nabung dari sekarang? Belum lagi kalo saya uda moody banget, wekekeke. Kalo uda males masak, pasti makan seadanya dan itu akan menurunkan daya tahan tubuh saya… jadi gampang sakit. Nah, kalo sakit juga… refot kan kalo ga ada temen. Lagi pula saya dari pagi sampe malem nge-lab terus. Kalo kerjaan seperti saya, bener-bener ga bisa ditinggal karena berhubungan dengan proses dan benda hidup. Nah, itu yang membuat saya juga agak berat kalo saya musti ngerjain pekerjaan rumah tangga. Jadi ga fokus sama kerjaan. Mending kalo uda ga lagi sekolah… mungkin pikiran bisa pecah-pecah. Kalo study begini, waaah… sepertinya perhatian musti tercurah pada study-nya. Salut juga sih temen-temen yang bisa tinggal di apate dan bisa masak, hehehe. Karena saya sampe sekarang masih blon bisa.

~ wacana untuk diri sendiri





Saya gak sakiiiittt…! (angry)

20 09 2009

Ah, bete juga nih… dituduh aneh-aneh. Jadi critanya itu… you know lah, temen asrama ada yg baru diduga terinfeksi swine flu. Jadi para staf asrama lebih gencar pemeriksaan suhu badan. Tiap malam tuh dipriksa. Pas hari itu saya diperiksa dan  saya memang saya baru dalam tahap pemulihan radang lambung itu. Mereka kaget, suhu badan saya di atas 37 degree dikit. Dan mereka uda pada bisik-bisik. Bukannya saya ge-er, tapi mereka memang mencurigai saya. Apalagi saya foreigner di sini. Sekedar inpo, foreigner di asrama cuman saya, temen Filiphine 1, dan dari China. So, perhatian mereka lebih pada kami, hoho. Tapi saya risih juga niiih… masak saya dikira sakit…!! saya sehat2 aja kok, ga ngerasa badan saya anget ato flu. Memangnya badan agak anget langung bisa dijudge sakit flu gitu? kan bisa aja toh ada suatu organ lain yg terinpeksi.. iya kan? Ah, ga canggih nih…!





pertama kalinya ke dokter

14 09 2009

Hmm… alhamdulillah saya diberi sakit, hehe. Yah, sebenernya gak heran sih. Soalnya hampir setiap saya puasa pasti mengalami ini, ada gangguan di lambung, hehe. Tadi pagi saya sakiiiit sekali. Sebenernya juga uda mulai kemarin pagi, tapi siangnya uda ilang. Eh-pagi tadi sakit lagi dan sakitnya ga ilang-ilang, hehehe. Makanya saya bilang ke pak prof kalo mau ke klinik. Ternyata di kampus ga ada klinik kampusnya, hihihi. Bru di Daegu yg ada. So saya pergi ke downtown dan ke dokter yang nerima asuransi kampus. Setelah diperiksa di sana… katanya saya kena semacam radang lambung gitu ya? mungkin kata pak prof itu gara-gara puasa trus makan makanan korea yang almost all pedes dan berfermentasi, seperti kimchi. Lalu saya suruh stay di sana selama kurang lebih 3 jam… diinpus (kayaknya ada obatnya juga cairan itu)… trus disuntik juga, hohoho. Siang, saya gak boleh makan dulu, minum air yang banyak. Lalu dinner, ga boleh makan nasi. Suruh makan bubur (dan tadi dibuatin lo sama tante di lab depan…hehe). Besoknya baru boleh makan nasi tapi ga boleh makan daging dan sesuatu yang berminyak. Tadi itu… sebenernya habisnya 26ribu won… tapi dapet kortingan asuransi dari univ. Jadi cuman bayar 15ribu, hehehe. Btw itu dibayarin sama pak prof lo, sama obatnya juga…hihihi, jadi gak enak. Karena asuransi dari univ kecil (dari univ dan dari department)… pak prof mengajukan asuransi pribadi buat saya. Jadi mungkin bisa kembali sampe 90% hehehe. Yah, begitulah kira-kira. Mudah-mudahan ga ada acara sakit-sakit lagi… amin





Berkumpul di bulan Ramadhan

13 09 2009

Alhamdulillah, kemarin itu… pertama kalinya di bulan Ramadhan saya buka bersama dengan teman-teman, mba-mba..mas-mas…rame-rame… pertama kalinya sholat traweh berjama’ah dengan mba-mba. Yup, kemaren saya kembali mengunjungi temen di Gyeongsan. Subhanallah. Mudah-mudahan akan lebih meningkatkan ibadah saya, amin. Jujur… saya merasa di sini (korea), saya ga ngrasa feel aura ramadhan. Paling kebiasaan yang dilakukan adalah mengambil jatah makan dan sahur…hahaks, astaghfirullah. Musti dipaksain banget. Susyah ternyata…di bulan ramadhan ga ada temen gini. Kalo lagi keimanan menurun, ga ada yang ingetin. Cuman bisa berdoa aja, supaya saya selalu inget sama Allah SWT, amin. Hari raya idul fitri tinggal seminggu lagi. Uda memasuki hari-hari penting… 10 malam terakhir… lailatul qadar. Tidak ada kata terlambat untuk menjadi lebih baik. Semangkaaa. Semoga di sisa hari-hari terakhir, saya bisa lebih meningkatkan ibadah saya. Dan semoga saya bisa bertemu lagi di ramadhan mendatang. amin…





Uda bisa bikin kopi looh

13 09 2009

Akhirnyaaa… dengan sangat teramat terpaksa… saya bisa bikin kopi dengan sendirinya :D Laah abis dari dulu saya paling gak bisa bikin kopi. Kalo ayah pengen kopi yang buatin adek. Yah, adek sama ayah emang doyan kopi. Lah saya? anti-kopi, wekekekeke. Tapi berhubung tradisi di korea ini hampir setiap hari pasti minum kopi… (tradisi setelah makan), jadi mau tidak mau, saya pun ikut tradisi itu…hohoho. Lah syungkan loh lama-lama, uda gak mau alkohol…kopi pun gak mau…wakakaka.

Jadi kalo tradisi di sini itu, biasanya cewe itu melayani cowo. Karena saya the only one girl yang paling junior di lab, jadi saya pun setidaknya menyuguhkan sesuatu untuk bos mandor saya, senior saya, pak prof saya. Dan ternyata selera minum kopi mereka berbeda-beda….hihihi. Kalo bos mandor saya, gak suka kopi pake cream dan gula. Jadi kopi pahit original itu, hohoho. Beda halnya dengan senior saya. Dia request kopi pake cream dan sedikit gula… hihihi. Iseng saya pun nyoba gaya ber-kopinya senior saya. Ternyata enyaaak. Kalo pak prof? entahlah. Tiap saya tawarin kopi selalu gak mau, hahaks. Tapi kalo saya tawarin juice, dia mau…hehehe. Apa gak percaya dengan kopi buatan saya ya?





The pre-marriage syndrom

13 09 2009

Ya Allah… kenapa jadi sindrom nikah lagi? Saya jadi takut nikah lagi nih. Kurang percaya pada calon suami nantinya? Ah, entahlah. Yang saya takutkan… lagi-lagi persoalan perbedaan prinsip. Saya sekarang student… dan saya banyak menghabiskan waktu di lab. Saya juga tau kodrat wanita bukanlah mencari uang… kodrat wanita gimana-gimana menjadi house wife, selalu ada untuk suami, dan mendidik anak. Saya tau itu. Tapi saya ingin bukan hanya itu peran wanita. Saya ingin melakukan suatu hal yang berguna untuk orang lain yang lainnya. Bukannya saya gila karir. Sekali lagi saya tau kodrat wanita. Tapi… saya juga manusia. Kadang kami juga bisa lelah.

Kemaren itu saya dengar cerita soal mbak yang kuliah di Korea dan membawa suaminya ke Korea. Awalnya sih suaminya tidak punya kerjaan, tapi akhirnya jadi TKI di Korea. Yah, kalo untuk lulusan s1, emang susah kalo nyari kerja di sini. Yang lulusan s1 Korea aja banyak yang nganggur. Karena standar perusahaan di sini uda kebanyakan lulusan s2 ato phD. Setelah suaminya dapet kerja, mba-nya sibuk nge-lab… akhirnya banyak terjadi beda prinsip soal cara berpikir. Mba-nya student, suaminya pekerja. Dan akhirnya mereka pun…. divorce. Hmmff…  Ada lagi cerita… suami-istri. Karena mereka sibuk nge-lab… dan gak pernah ketemu… akhirnya mereka juga divorce. Belum lagi kalo misal uda punya anak dan hidup di negara orang… suaminya sibuk, istrinya juga sibuk ngurusin baby-nya… trus istrinya jadi strees, trus ngefek juga ke psikologi anaknya… Aah, tidaak! ㅠ_ㅠ

Yup, jadi student itu capek. Capek jiwa, capek raga. Belum nge-labnya… belum mikir buat paper… belum yang lain-lainnya… makanya suaminya musti ngertiin banget. Maka dari itu juga, saya ingin nikahnya setelah masa study saya selesai. Bukannya apa, tapi saya cuman ga ingin menelantarkan keluarga. Saya gak ingin mereka-mereka yang gagal terjadi pada saya juga, naudzubillah.  Saya juga ingin mempunyai keluarga yang normal.

Ah, jadi takut-takut sendiri nih. Ya Allah, semoga saya mendapatkan suami yang terbaik… yang mengerti istrinya juga… amin

~ curhat mode on





Nge-date di lab

12 09 2009

Malam ini sama sekali gak nyangka bakal selarut ini pulangnya. Hampir jam 2 bok, hikhik… Awalnya saya ada kerjaan nge-list bahan kimia. Yup, lab barusan pindah…hari ini ada pemindahaan bahan kimia juga. Jadi sekalian nge-list bahan, sekalian deh nunggu pak prof pulang. Ini tumben-tumbennya pak prof gak pulang-pulang. Biasanya pas maghrib, beliaunya uda pulang. So saya dan senior saya nemenin di lab deh, hehehe. Setelah kerjaan kami selese, kami pun nge-date…hahaks. Lah abisnya di lab cuman tersisa kami berdua sih. Saya pun mengorek-ngorek inpo dari senior saya itu, ternyata ya…winter vacation saya mau tinggal di dorm-nya daegu (woot). Waktu pun menunjukkan hampir pukul 12 malam. Bener-bener tumben ini. Ngapain aja coba. Terjadilah adegan ngerasani…

Saya : Pak prof ngapain sih dari tadi gak pulang-pulang?

Senior : Mayabe he’s busy…

Saya : Tapi aneh ah, busy kok sampe jam segini

Senior : [liat jam] iya… sampe hampir jam 12. Bentar, aku liat…

Mengendap-ngendap…kami berjalan menuju ruangan beliau (sambil cekikikan). Awalnya kami hanya ngintip, tapi gak keliatan…hahaks. Akhirnya senior saya masuk ke ruangannya. Jiah, mau ngapain dia? Ternyata akting minjem buku…sambil ngelirik pak prof, hahaks. Senior saya malah ngobrol dengan pak prof. Dan balik-balik ke ruangan kami…dia bawa laptop. Jiah…hahaks. Malah dikasih laptop dia. Sebenernya kapan hari pas saya majang kompi di meja saya, pak prof uda ngasih laptop. Tapi kata senior saya…”It’s too old. So, lemot sekali”. hehehe. Sedang saya? saya dikasih se-set alat menikur-pedikur… hahaks. Dan itu masih terbungkus rapih dalam kertas kado. Kata pak prof, ini jangan dijadikan kado lagi…pokoknya jangan kasihkan ke sapa-sapa ya. Ini buat kamu lo. Begitu… hihihi.

Dan akhirnya, pak prof saya pulang jam 12 malem. Tapi… kan saya bareng anak lab depan tuh, soalnya dia sama-sama tinggal di asrama. Maksudnya biar ada temen gitu pulangnya. Serem euy, malem-malem, hoho. Nah, dia masih nungguin profnya…hahaks. Yah, nunggu lagi deh sampe prof dia pulang. Alhasil kami pulang hampir jam 2, hohoho.





Bahaya.. flu babi di sekitar kita

10 09 2009

Hmm… hari ini saya terpaksa gak dapet jatah makan buka dan sahur di kantin dorm, karena pas saya mau masuk kamar… the staff of dormitory mencegah saya masuk dorm. Hiks, sedih juga sih. Terpaksa nih buka sahur kali ini nge-mie instan, hehehe.

Ternyata setelah usut punya usut… salah satu student yg tinggal di dorm cewe lantai 4 diduga kena swine flu, alias flu babi…hehehe, serem ya. Makanya itu sekarang seluruh gedung lagi di sterilkan. Disemprot dengan alkohol. Btw, emang ngaruh ya alkohol sama virus? hehehe. Lalu nasib si penderita? Katanya sih di pulangkeun. Dan mgkin akan ada pemeriksaan suhu temperatur lagi… ngecek demam ato engga.

Walah…





Pengalaman puasa di Taiwan

9 09 2009

Diambil dari milis, dari temen yang kerja di Taiwan soal pengalaman puasanya. Namanya mba Okti Li. Sekedar share aja di sini, hehehe…

cerita sedikit nih tentang puasa di Taiwan.
saya sendiri Alahmdulillah tidak mengalami hambatan apa2, oya, ini adalah tahun ke empat saya berpuasa di Taiwan ini.
waktu sahur dan buka juga tidak begitu bermasalah
karena banyak juga para tenaga kerja yang sama2 berpuasa, jadi kami saling mengingatkan. waktu sahur dan buka hp tak henti berdering, menandakan sms, saling mengingatkan dan mengucapkan selamat makan…
 
Saat saya ke luar kota, kebetulan yang puasa hanya saya sendiri
orang Taiwan merasa aneh maka saya menjelaskan sebisa mungkin…
“kok minum air saja gak boleh?
padahal kan air itu sangat penting untuk kesehatan badan kita
terutama summer kaya gini… apa gak cari mati itu namanya?”
^_^
itu kata orang tua Taiwan, yang tidak ngeh akan agama Islam dan kebudayaan luar
 
Ada juga sekelumit kisah duka yang lainnya,
dimana ada sebagian teman saya yang muslim, walau dia berniat berpuasa dan kuat walau bekerja seberat apapun, tapi dilarang berpuasa oleh boss/majikan nya…
trenyuh rasanya hati ini…
teman saya itu sudah berusaha menjelaskan sedetail mungkin, tapi boss nya itu tetap saja tidak memperbolehkan berpuasa…
alhasil teman saya kucing2an sebisa nya
ada makanan dia simpan, pura2 makan dll
sebisa mungkin untuk bisa menjalankan ibadah puasa dan sholat 5 waktu
 
mohon doanya aja nih dari semua muslimah, semoga teman kita yang mendapat rintangan dalam menjalankan ibadah wajib ini selalu mendapatkan kekuatan iman dan islam serta senantiasa
mendapatkan jalan dan petunjuk yang diridhoi Nya…
 
semoga para boss itu sadar dan mau menhormati agama Islam sebagai agama yang di anut oleh pekerja nya… sehingga mereka walau non Muslim tapi membiarkan Muslim untuk bebas menjalankan ibadah sesuai agama dan kepercayaan nya (mungkin gak ya? ^_^)




Lab baru

7 09 2009

Akhirnya saya pindah juga ke lab baru. Sebenernya uda seminggu yang lalu sih. Tapi baru nulisnya sekarang, hehe. You know laah, gak mud nulis blog..hahaks. So, blog hanya berupa tulisan aja, no picture. Lah kok ngomongin blog (d0h). Jadi saya sudah punya meja khusus dan ada komputer pribadi, hihihi. Akhirnya saya punya yang “pribadi” juga. Keadaan lab pun banyak yang berubah. Lab-mate saya anak undergraduate banyak yang uda lulus. Kemudian ada 2 lab-mate saya yang pindah lab. Jadi bener-bener syepiii sekarang. Cuman ada saya, senior saya anak masteral student juga, 2 tante (kayaknya mereka semester depan lulus deh), dan boys freshman. Pak prof katanya juga nerima lab-member baru…tapi mereka pada ga mau stay di lab, hahaks. Hmm..sepertinya akan banyak perubahan…aturan. Kayaknya memang perlu orang lagi untuk stay di sini deh…apa mau dateng foreigner student lagi? Perlu orang terutama untuk bersih-bersih lab setiap hari..hahaks. Karena saya dateng paling awal (yah, saingan lah sama bos mandor saya)…so sebelum melakukan aktipitas lab, saya jadi cleaning serpis dulu. Nge-lap meja…nyapu…ngepel. wekekeke. Lah abisnya senior saya siang kalo dateng…trus si freshman itu jarang-jarang dateng lab. 

Hmm… apa lagi ya? itu aja deh inpo terbaru, hehehe





It’s about you… yup, it’s you ^^

5 09 2009

Ordinary Days

by : Vanessa Carlton

Just a day,
Just an ordinary day.
Just trying to get by.
Just a boy,
Just an ordinary boy.
But he was looking to the sky.
And as he asked if I would come along
I started to realize
That everyday he finds
Just what he’s looking for,
Like a shooting star he shines.

And He said take my hand,
Live while you can
Don’t you feel your dreams lie right in the palm of your hand

And as he spoke, he spoke ordinary words
Although they did not feel
For I felt what I had not felt before
And you’d swear those words couldn’t heal.
And as I looked up into those eyes
His vision borrows mine.
And I know he’s no stranger,
For I feel I’ve held him for all of time.

And he said take my hand,
Live while you can
Don’t you see your dreams lie right in the palm of your hand
In the palm of your hand.

Please come with me,
See what I see.
Touch the stars for time will not flee.
Time will not flee.
Can you see?

Just a dream, just an ordinary dream.
As I wake in bed
And the boy, that ordinary boy
Or was it all in my head?
Did he asked if I would come along
It all seemed so real.
But as I looked to the door,
I saw that boy standing there with a deal.

And he said take my hand,
Live while you can,
Don’t you see all your dreams lie right in the palm of your hand
In the palm of your hand,
In the palm of your hand.

Just a day, just an ordinary day
Just trying to get by.
Just a boy,
Just an ordinary boy.
But he was looking to the sky.

~  maybe for they it’s just ordinary dream…





memperkenalkan puasa

5 09 2009

Pasti semua orang menyanyaiku tentang puasa ini, karena setiap saya diajak makan siang…saya mesti nolak dan lebih memilih jadi penjaga lab, hoho. Yup ini adalah pengalaman pertama puasa di Korea.

Karena saya the only one muslim di kampus….dan kebetulan saya tinggal di asrama yang uda dikasih jatah makan, saya musti ngatur jadwal pengambilan makan saya, hahaks. Lah abisnya, jadwal makan jam 8 pagi, jam 12 siang, jam 5.30 sore. Nah, ga pas banget sama jadwal buka dan sahur kan? hehehe. Jadi saya tiap dinner selalu bawa box makanan trus saya ambil banyak makanan buat sahur dan buka…hehehe. (saya baru tau, masakan odeng itu ga tahan lama….wakakaka, jadi pas sahur uda baunya ga enak, hehehe). Saya sering tuh diliatin. Anak ini ngapain aja, hehehe. Ah, cuek. Kalo ga ngambil ini….saya ga bisa buka dan sahur, hehehe

Meskipun saya buka dan sahur sendiri…hanya ditemani laptop dengan internet… Yang menyenangkan pas buka. Karena saya dari rumah bawa kurma sekotak dan saya biasanya bagi-bagi kurma ke temen-temen room-mate sih biasanya (room-matenya orang korea smua). Saya lucu liat ekspresi mereka pas makan. Surprise banget. Baru pertama kali makan kurma. Dan mereka katanya sukaaa. Jadi meskipun mereka ga ikut puasa, tapi menemani saya buka puasa dengan makan kurma sama-sama. Mereka bilang enak, hehehe. Saya bilang ini tradisi orang muslim kalo buka puasa…jadi makan yang manis2 biar energi kita kembali, hehehe.

Yang lucu adalah…pas pak prof berkunjung ke ina, pas itu awal puasa. Karena kami para guide prof puasa semua….jadi pak prof dan kawan2 ikutan puasa. Katanya pengen ngerasain puasa…Subhanallah , hehe. Tapi ya gitu, mereka masih ngrokok dan minum air…kadang makan kue kalo laper, hahaks…padahal uda dikasih tau ga boleh makan, minum, merokok. Hahaks, lucunyaaaa.

Emang ina itu rame banget kok pas bulan ramadhan gini. Apalagi acara buka bersama (buber), hehe. Bisa jadi ajang silahturahmi juga. Katanya negara yang paling rame ngrayain buka bersama itu indonesia ya? Malaysia aja kalah, hehe. Ya gimana gak rame…ada istilah ngabuburit dimana menghabiskan waktu sebelum buka dengan keliling-keliling dulu, hahaks. Biasanya sih diisi dengan nyari tempat makan untuk buka. Bisa ketebak, smua tempat makan pada penuh semua, hahaks. Belum lagi banyak anak muda usaha jualan ta’jil kolak ato es buah di pinggir jalan. Jadi tambah meriah aja nih :D